Sumenep Seolah Zona Bebas Maksiat! Usai Demo JASTRA, Razia Diduga Sekadar Pencitraan Memalukan

Selasa, 17 Februari 2026 - 02:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep- Gelombang kemarahan publik di Sumenep terus memuncak. Pasca demonstrasi JASTRA yang menuntut penertiban tegas, kondisi di lapangan justru menampilkan ironi telanjang: tempat hiburan malam yang diduga sarang maksiat dan peredaran minuman keras tetap beroperasi seolah kebal hukum.

Operasi yang digelar Polres Sumenep bersama Satpol PP Sumenep dinilai publik hanya sandiwara kosmetik. Aparat datang beramai-ramai, berpose di depan kamera, lalu pergi tanpa penindakan nyata. Fenomena ini memperkuat persepsi bahwa razia miras hanyalah trik klasik untuk meredam kritik, bukan upaya serius menegakkan hukum.

Sorotan tajam mengarah ke Mr. Ball. Berdasarkan laporan masyarakat, lokasi ini diduga kuat menjadi sarang dugem dan pesta malam favorit. Namun setiap kali operasi digelar, tempat tersebut mendadak “bersih”, seolah tak pernah ada aktivitas. Warga pun bertanya-tanya: apakah aparat benar-benar tidak melihat, atau sengaja dibuat tidak melihat?

Banyak warga menyebut situasi ini “lucu tapi menyakitkan”. Fakta lapangan kerap bertolak belakang dengan laporan resmi. Di tengah keganjilan tersebut, mencuat dugaan serius soal adanya setoran besar ke oknum aparat, membuat penegakan hukum terkesan tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Meski belum terbukti, isu ini menguat seiring minimnya tindakan tegas terhadap lokasi-lokasi yang berulang kali dipersoalkan publik.
Direktur JASTRA, Hasyim Khu, meluapkan kemarahan publik.

“Ini sudah keterlaluan. Anak-anak muda diracuni miras dan dugem, sementara tempat maksiat dibiarkan nyaman. Aparat seolah takut atau tidak berdaya. Jika terus diam, kami siap turun langsung bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama,” tegasnya.

JASTRA menegaskan aksi mereka tidak berhenti pada satu demonstrasi. Aksi berjenjang telah disiapkan, mulai dari Kantor Bupati hingga Mapolres Sumenep. Mereka menyebut langkah ini sebagai operasi moral, bukan aksi simbolik belaka.

Menurut Hasyim, banyak tempat hiburan yang seharusnya tutup pukul 02.00 WIB justru beroperasi hingga pagi bahkan siang hari, digunakan untuk pesta miras dan aktivitas terlarang lainnya. Fakta ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dan mandulnya penegakan Perda Ketertiban Umum—sebuah tamparan keras bagi wibawa hukum di Sumenep

Berita Terkait

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura
Isu Panas Madura! PR Cipta Rasa Abadi Sumenep Diduga Bermasalah dalam Distribusi Pita Cukai, Negara Dirugikan
Peredaran Rokok Ilegal JB di Malang Disorot, Umi Choiriyah Masuk dalam Dugaan Rantai Distribusi Masif
Desa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terbaru