Tragedi Pilu Tewasnya Sopir di Galian C Sumenep: Mobil Terperosok, Aktivis Desak Copot Kanit Pidsus Polres Lantaran Diduga Lalai

Selasa, 17 Februari 2026 - 00:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Tragedi maut di kawasan galian C Dusun Kembang, Desa Rombasan, Kecamatan Pragaan, kembali membuka luka lama penegakan hukum di Kabupaten Sumenep. Seorang warga, Sujianto (60), tewas mengenaskan setelah mobil pick up yang dikemudikannya terperosok ke jurang saat hendak mengambil batu di lokasi galian C yang diduga ilegal, Jumat (13/2/2026) pagi.

Peristiwa memilukan itu langsung menyulut amarah aktivis senior Sumenep, Khairul Saleh. Ia menilai kematian korban bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa, melainkan akumulasi pembiaran panjang terhadap aktivitas tambang ilegal yang terus dibiarkan beroperasi tanpa pengawasan serius.

“Nyawa melayang, tapi tambang ilegal tetap jalan. Ini bukan kelalaian biasa, ini kegagalan penegakan hukum,” tegas Khairul dengan nada keras.

Menurutnya, sebelum tragedi terjadi, peringatan sudah pernah disampaikan ke sejumlah institusi, mulai dari Polsek Prenduan, Koramil Pragaan, hingga pihak kecamatan. Namun jawaban yang diterima selalu sama: laporan sudah diteruskan ke Polres Sumenep. Sayangnya, di lapangan aktivitas galian C tetap berjalan seolah tak tersentuh hukum.

Khairul secara terbuka menyoroti kinerja Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Sumenep yang dipimpin Ipda Okta Afriasdiyanto. Unit ini dinilai memiliki kewenangan penuh untuk menindak tambang ilegal, namun dinilai gagal mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Kalau Pidsus serius bekerja, tragedi ini tidak akan terjadi. Korban jiwa adalah bukti paling telanjang bahwa pengawasan lumpuh,” katanya.

Tak hanya berhenti pada kritik, Khairul mendesak Kapolres Sumenep dan Polda Jawa Timur melakukan evaluasi total terhadap penanganan kasus galian C ilegal. Ia bahkan secara tegas meminta Kanit Pidsus dicopot jika terbukti lalai atau setengah hati menegakkan hukum.

Lebih jauh, Khairul juga meminta Divisi Propam Polri dan Bid Propam Polda Jawa Timur turun tangan memeriksa jajaran Pidsus Polres Sumenep. “Hukum tidak boleh tajam ke rakyat kecil tapi tumpul ke pelaku tambang ilegal,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa galian C ilegal bukan hanya ada di Pragaan, tetapi menjamur di berbagai wilayah Sumenep, termasuk Kebomagung dan daerah lain yang selama ini disebut-sebut rawan namun minim tindakan.

Tragedi ini menjadi alarm keras dan tamparan terbuka bagi aparat penegak hukum di Sumenep. Satu nyawa telah hilang, dan publik kini menunggu jawaban nyata: apakah hukum akan ditegakkan, atau galian C ilegal akan terus dibiarkan sampai korban berikutnya berjatuhan?

Berita Terkait

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura
Isu Panas Madura! PR Cipta Rasa Abadi Sumenep Diduga Bermasalah dalam Distribusi Pita Cukai, Negara Dirugikan
Peredaran Rokok Ilegal JB di Malang Disorot, Umi Choiriyah Masuk dalam Dugaan Rantai Distribusi Masif
Desa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terbaru