Sumenep Darurat Maksiat! Usai Demo JASTRA, Tempat Hiburan Tetap Bebas, Aparat Dituding Main Drama Operasi

Selasa, 17 Februari 2026 - 01:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep-  Gelombang kemarahan publik di Sumenep kian memuncak. Pasca demonstrasi JASTRA yang mengguncang ruang publik, kondisi di lapangan justru menelanjangi ironi pahit: sejumlah tempat hiburan malam yang diduga kuat menjadi pusat maksiat dan peredaran minuman keras tetap beroperasi seolah kebal hukum.

Aparat penegak hukum dan penegak Perda kembali menjadi sasaran kritik tajam. Operasi yang digelar disebut warga hanya bersifat kosmetik—datang beramai-ramai, berpose di depan kamera, lalu menghilang tanpa penindakan berarti. Publik pun menilai langkah tersebut sekadar sandiwara rutin untuk meredam amarah, bukan penegakan hukum yang tegas dan berani.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak siang hari sejumlah LC atau wanita penghibur sudah mulai berdatangan ke tempat karaoke. Mereka terlihat bersiap menemani pria hidung belang di lokasi-lokasi yang selama ini dicap warga sebagai ladang maksiat terselubung. Aktivitas itu berlangsung terbuka, tanpa rasa takut, seolah razia aparat tak lebih dari formalitas tanpa efek jera.

Sejumlah nama tempat hiburan kembali mencuat dan jadi buah bibir: Mr. Ball, JBL, Harmoni, Potree, Lotus Cafe, hingga Warung Mami. Ironisnya, Warung Mami yang disebut-sebut warga sebagai agen miras justru diklaim tak pernah sekalipun tersentuh operasi.

Situasi ini memperkuat kecurigaan publik bahwa operasi kondusional miras hanyalah trik klasik. Alih-alih memberantas penyakit sosial, aparat dinilai lebih sibuk menjaga citra. Sorotan pun mengarah tajam ke Polres Sumenep: akankah penegakan hukum benar-benar ditegakkan, atau Sumenep akan terus dibiarkan tenggelam dalam panggung maksiat yang terang-terangan menantang wibawa negara?

Berita Terkait

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian
Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II
Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya
Dugaan Bangunan H. Halik Makan Jalan Desa Payudan Daleman Bikin Warga Geram, Bupati Sumenep Didesak Turun Tangan, Forkopimcam Tak Bertaji
Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan
Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang
31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan
Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan

Rabu, 23 September 2026 - 22:54 WIB

Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang

Berita Terbaru