Tempat Maksiat dan Miras di Sumenep Merajalela, JASTRA Desak Tutup Mr. Ball, JBL, Harmoni, Potree, Lotus Cafe dan Warung Mami yang Jadi Sarang Miras Talangan

Selasa, 17 Februari 2026 - 00:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Kesabaran publik terhadap maraknya lokasi hiburan malam yang diduga jadi sarang dugem, peredaran miras, dan praktik maksiat di Sumenep mulai menipis. Jaringan Strategi Pemuda (JASTRA) menggelar aksi demonstrasi dan mimbar publik di depan Gedung Satpol PP Kabupaten Sumenep sebagai bentuk ultimatum moral kepada aparat penegak hukum.

Aksi yang digelar ini menyoroti sejumlah lokasi hiburan malam, termasuk Mr. Ball, JBL, Harmoni, Potree, Lotus Cafe, hingga warung Mami, yang diduga menjadi pusat peredaran minuman keras. Direktur JASTRA, Hasyim Khu., S.H., dalam orasinya menegaskan bahwa tempat-tempat ini tidak memiliki izin resmi, namun tetap menjual miras dan dijadikan lokasi pesta barang terlarang hingga pagi.

Menurut Hasyim, tidak ada keseriusan dari pemerintah kabupaten maupun aparat untuk menertibkan lokasi-lokasi tersebut. Banyak wanita penghibur atau LC hanya menguras uang para pria hidung belang, sementara sejumlah tempat hiburan resmi yang ditutup pukul 2 malam tetap buka hingga pagi bahkan siang, diduga untuk pesta barang terlarang.

Menanggapi demonstrasi ini, Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sumenep, Fajar, membenarkan bahwa sebagian besar tempat hiburan malam di Sumenep tidak memiliki izin resmi. “Kami memang menemukan bahwa hampir semua lokasi yang disebutkan tidak berizin. Ini menjadi perhatian kami dan akan menjadi dasar penertiban selanjutnya,” jelas Fajar.

Hasyim menambahkan bahwa JASTRA akan kembali memimpin aksi demo berjenjang atau jilid, termasuk aksi ke Kantor Bupati Sumenep dan Polres Sumenep, serta akan menggelar operasi bersama untuk memastikan penertiban terhadap lokasi hiburan malam ilegal dan peredaran miras.

“Kami tidak akan berhenti sampai aparat benar-benar bertindak. Ini tanggung jawab moral bagi kami untuk melindungi generasi muda dari praktik maksiat dan peredaran minuman keras ilegal,” tegas Hasyim.

JASTRA menuntut penutupan segera lokasi hiburan malam yang tidak berizin, razia rutin tanpa tebang pilih, dan pengusutan dugaan peredaran miras di tempat-tempat yang disebutkan. “Ini bukan hanya soal wibawa hukum, tapi masa depan generasi muda Sumenep yang terancam oleh normalisasi dugem, miras, dan praktik menyimpang yang dibiarkan tumbuh di ruang publik,” lanjutnya.

Aksi JASTRA menjadi ujian terbuka bagi Satpol PP dan Polres Sumenep: apakah aparat akan berpihak pada aturan atau terus membiarkan dugaan pelanggaran bersembunyi di balik lampu remang dan kepentingan tertentu. Demonstrasi ini menegaskan bahwa masyarakat siap mengambil peran sebagai pengingat hukum, apabila aparat tidak tegas menegakkan Perda Ketertiban Umum.

JASTRA menegaskan, aksi ini akan terus berlanjut hingga aparat dan pemerintah daerah menunjukkan komitmen nyata menegakkan aturan, menutup tempat maksiat, dan menghentikan peredaran miras ilegal di Sumenep. Pesan kerasnya jelas: “Tempat maksiat harus ditutup, bukan dinegosiasikan.”

Berita Terkait

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian
Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II
Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya
Dugaan Bangunan H. Halik Makan Jalan Desa Payudan Daleman Bikin Warga Geram, Bupati Sumenep Didesak Turun Tangan, Forkopimcam Tak Bertaji
Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan
Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang
31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan
Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan

Rabu, 23 September 2026 - 22:54 WIB

Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang

Berita Terbaru