Pemusnahan Miras Pamekasan Hanya Pencitraan

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan menggelar pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Senin (9/2/2026). Acara itu melibatkan perwakilan ormas seperti NU, Muhammadiyah, MUI, dan tokoh masyarakat setempat, serta dihadiri Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto.

Dalam kegiatan ini, 2.937 botol miras berhasil dimusnahkan, terdiri dari berbagai merek terkenal, seperti Vodka, Anggur Merah, Bir Bintang, dan Arak Lokal. Menurut Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, pemusnahan ini adalah bukti keseriusan pemerintah dalam memberantas peredaran barang haram dan melindungi generasi muda menjelang Ramadan 1447 H.

Namun, kritik tajam datang dari aktivis Pamekasan, Arif Rahman, yang menilai kegiatan tersebut hanya pencitraan semata. Menurutnya, meski ribuan botol dimusnahkan, peredaran arak lokal dan vodka ilegal tetap bebas di sejumlah wilayah, bahkan dijual di warung dan toko sembunyi-sembunyi.

“Pemusnahan ini hanya untuk kamera. Rokok ilegal dan miras bermerk, termasuk Vodka dan Arak, masih laku di pasar gelap. Pemerintah seharusnya fokus melakukan penertiban nyata, bukan sekadar seremonial,” kritik Arif. Ia menuntut aparat menindak distributor dan penjual ilegal, serta melakukan edukasi masyarakat secara konsisten.

Pemkab Pamekasan menyatakan, kegiatan pemusnahan juga sebagai kampanye preventif, melibatkan keluarga, tokoh agama, dan masyarakat untuk menjaga generasi muda dari bahaya alkohol. Namun publik masih mempertanyakan efektivitasnya: apakah langkah ini benar-benar menekan peredaran miras ilegal, atau hanya panggung pencitraan menjelang Ramadan?

Berita Terkait

Klaim Buka Puasa Polres Bersama Wartawan Dikritik Wartawan, Nyatanya Hanya Pencitraan
Ramadhan di Sumenep Bikin Gempar: Transparansi Harta dan Cara Salurkan Zakat Said Disorot
Metode Zakat Mal di Sumenep Dikritik, Tokoh Pemuda: Terlalu Berlebihan, Sebagai Warga Sumenep Kami Bukan Bangga Tapi Malu
Stop Mengatasnamakan Tarawih, Berbondong-bondong Datang dan Pulang Membawa Uang: Zakat Mal di Sumenep Picu Polemik
Sudahi Cara-Cara Seperti Ini di Sumenep! Zakat Mal Said Tuai Kritik, Tarawih Kini Sepi Tak Seperti Kemarin
Miris! Ribuan Jamaah Padati Wakaf Abdullah Kepanjin Sumenep Sejak Siang, Diduga Demi Zakat Sa’id Abdullah, Cara Ini Dikecam dan Dinilai Ganggu Ketertiban Publik

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 03:47 WIB

Klaim Buka Puasa Polres Bersama Wartawan Dikritik Wartawan, Nyatanya Hanya Pencitraan

Senin, 23 Februari 2026 - 01:53 WIB

Ramadhan di Sumenep Bikin Gempar: Transparansi Harta dan Cara Salurkan Zakat Said Disorot

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:49 WIB

Metode Zakat Mal di Sumenep Dikritik, Tokoh Pemuda: Terlalu Berlebihan, Sebagai Warga Sumenep Kami Bukan Bangga Tapi Malu

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:51 WIB

Stop Mengatasnamakan Tarawih, Berbondong-bondong Datang dan Pulang Membawa Uang: Zakat Mal di Sumenep Picu Polemik

Kamis, 19 Februari 2026 - 18:45 WIB

Sudahi Cara-Cara Seperti Ini di Sumenep! Zakat Mal Said Tuai Kritik, Tarawih Kini Sepi Tak Seperti Kemarin

Berita Terbaru