Polres Sumenep Tak Gelar Press Release Hasil Pengungkapan BBM di SPBU Batuan, Armada dan Barang Bukti Masih Diparkir

Sumenep- Mafia BBM di SPBU Batuan kembali mencuat ke publik dalam babak baru yang dramatis, Kamis malam (19/2/2026). Meski laporan awal dicabut dan kesepakatan damai digaungkan, fakta berbicara lain: armada dan barang bukti jaringan yang ditangkap tetap berada di parkiran Polres Sumenep hingga Jumat (20/2/2026)
Situasi ini memunculkan tudingan kuat adanya perlindungan sistematis terhadap aktor mafia BBM yang diduga memiliki koneksi dengan aparat.
Terbukti, armada dan barang bukti milik jaringan Badar, yang sebelumnya diamankan di Polsek Pasongsongan, justru dilepas setelah dilimpahkan ke Polres Sumenep. Sementara pelaku lapangan lain diganjar tindakan tegas.
“Inilah bukti permainan dan kebobrokan Polres Sumenep,” tegas seorang warga yang menolak disebut namanya, menyoroti dugaan adanya setoran besar dan perlindungan bagi oknum tertentu.
Penggerebekan pada Kamis malam itu awalnya dipicu oleh laporan warga yang gerah dengan praktik mafia BBM yang sudah lama beredar dalam bisik-bisik dan rumor di Sumenep. Bersama Kanit dan anggota Polsek Kota Sumenep, warga bergerak ke lokasi dan segera berkoordinasi dengan Kanit Pidsus Polres setelah dugaan praktik ilegal ditemukan. Armada, peralatan, dan barang bukti dalam jumlah besar langsung digeser ke Polres, memberi harapan awal bahwa hukum mulai bergerak.
Namun, harapan itu kini dipertanyakan. Meski penggerebekan disebut berhasil, armada tetap berada di parkiran Polres dan barang bukti jaringan Badar dilepas. Publik menilai ini sebagai bukti mafia BBM beroperasi secara terstruktur dan sistematis, dengan lapisan perlindungan yang diduga sampai ke oknum berpengaruh.
“Jaringan Badar aman, sementara pelaku lapangan dijadikan tumbal. Polres seolah menutup mata terhadap aktor utama,” kata seorang warga lain, mengungkapkan kemarahan masyarakat atas pola penegakan hukum yang tebang pilih.
Kasus ini menampar wajah penegakan hukum di Sumenep. Selama bertahun-tahun, mafia BBM seolah dibiarkan beroperasi, meski di era Kapolri Listyo Sigit Prabowo, institusi dikenal gencar membenahi penegakan hukum.
Lebih jauh, beredar kabar bahwa penangkapan malam itu diduga dibekingi oleh dua sosok berpengaruh. Publik curiga, yang ditangkap hanyalah permukaan dari gunung es yang jauh lebih besar. Narasi lama kembali hidup: pelaku lapangan dijadikan tumbal, sementara mafia kelas kakap tetap bersembunyi di balik tirai kekuasaan.
Hingga berita ini terbit, SPBU Batuan dan Polres Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait status pengungkapan, menimbulkan pertanyaan besar: apakah hukum akan menanjak ke atas atau kembali berhenti di level bawah demi kepentingan tertentu?



