Sekda Sumenep Sekarang Disebut Bukan Orang Bupati, Birokrasi Mulai Gelisah

Senin, 2 Maret 2026 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep yang semestinya menjadi momen konsolidasi pemerintahan justru berubah menjadi bara dalam sekam. Isu panas beredar: Sekda yang baru disebut-sebut bukan sepenuhnya orang Bupati, melainkan figur yang diduga berada dalam orbit kekuasaan salah satu anggota DPR RI di Jakarta.

Seorang pejabat Pemkab Sumenep yang meminta identitasnya dirahasiakan melontarkan pernyataan yang menggetarkan.

“Sekda sekarang bukan orang Bupati. Orangnya yang di Jakarta itu,” ujarnya.

Pernyataan itu memang belum terkonfirmasi secara resmi. Namun gaungnya cepat menyebar dan memicu kegelisahan di internal birokrasi.

Menurut sumber tersebut, kondisi ini bisa membuat roda pemerintahan tidak berjalan kondusif.

“Lihat saja nanti. Sekdanya kaku dalam komunikasi, pilih-pilih orang, dan terkesan angkuh,” tegasnya.

Isu ini kian memperkuat narasi bahwa pelantikan Sekda kali ini bukan sekadar soal administrasi, melainkan sarat tafsir politik.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, resmi melantik Agus Dwi Saputra sebagai Sekda definitif. Dari sisi karier, rekam jejaknya lengkap. Namun bagi sebagian kalangan, persoalan bukan pada administrasi, melainkan pada legitimasi moral dan psikologis.

Kegelisahan publik tidak berhenti pada isu “kendali Jakarta”. Isu lama yang tak pernah benar-benar dijelaskan kembali menyeruak.
Beredar informasi mengenai dugaan penerimaan jatah tanah dari seorang pengusaha properti lokal yang dijuluki “Raja Properti Kota Keris”. Tanah tersebut, menurut isu yang berkembang, diduga dialihkan atas nama rekan sejawatnya sesama alumni IPDN.

Tak hanya itu, cerita tentang “duit satu kresek” atau “kresek hitam” kembali menjadi perbincangan di ruang-ruang informal birokrasi. Isu ini merujuk pada dugaan permintaan uang dalam jumlah besar terkait pembelian tanah dinas di instansi yang pernah dipimpinnya.

Hingga kini, tak ada klarifikasi resmi yang benar-benar menjawab semua pertanyaan publik.

“Kalau Puncaknya Bermasalah, Bawahannya Jalan Sendiri-Sendiri” katanya.

Aktivis muda Sumenep, Febriansyah, menyebut jabatan Sekda adalah poros birokrasi.

“Kalau figur di puncak dibayangi isu etik yang tak pernah selesai, jangan berharap pejabat lain bisa kompak. Bisa jadi mereka jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa publik tidak sedang mencari sensasi, melainkan kejelasan.

“Transparansi itu kunci. Kalau tidak, kepercayaan bisa runtuh sebelum kepemimpinan berjalan,” tambahnya.

Kini Sekda baru telah resmi menjabat. Struktur komando terbentuk. Namun di balik itu, suara-suara lirih tentang loyalitas, pengaruh politik, dan soliditas ASN terus bergaung.

“Apakah isu “bukan orang Bupati” hanya gosip politik musiman? Ataukah ini pertanda awal terbelahnya birokrasi Sumenep?
Waktu yang akan menjawab. Kita lihat saja nanti,’ tutur dia.

(Korwil)

Berita Terkait

Skandal Dugaan Hilangnya 106 Sak Beras Bantuan Bulog di Pamolokan Sumenep, Warga Tuntut Kejelasan, Peran Sekdes Ikut Disorot dan Jadi Buah Bibir
Sekda Baru Sumenep Bukan Putra Daerah vs Sekda Lama Ir Edy: Perbedaan Karakter Disebut Seperti Langit dan Bumi
Kursi Sekda Dikuasai Figur Bermasalah dan Bukan Putra Daerah, Birokrasi Sumenep Terancam Jalan Sendiri sendiri
Birokrasi Diguncang: Kursi Sekda Diisi Orang Luar Jadi Simbol Kekalahan Sumenep atas Dirinya Sendiri
Kasus Kalibata Jadi Alarm Reformasi Polri, Mekeng Sambut Tim Khusus Bentukan Presiden Prabowo
Patroli Ramadhan di Sumenep Layaknya Operasi Sinetron: Warung Mami dan Jaringan Miras Tetap Bebas, Oknum yang Jaga Tempat Maksiat Diduga Ikut Operasi
KenDuren Wonosalam 2026 Resmi Ditiadakan, Pemkab Jombang
Bupati Bangkalan Hadiri Gerakan Pangan Murah Nasional, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Harga

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:38 WIB

Skandal Dugaan Hilangnya 106 Sak Beras Bantuan Bulog di Pamolokan Sumenep, Warga Tuntut Kejelasan, Peran Sekdes Ikut Disorot dan Jadi Buah Bibir

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:38 WIB

Sekda Baru Sumenep Bukan Putra Daerah vs Sekda Lama Ir Edy: Perbedaan Karakter Disebut Seperti Langit dan Bumi

Senin, 2 Maret 2026 - 23:28 WIB

Sekda Sumenep Sekarang Disebut Bukan Orang Bupati, Birokrasi Mulai Gelisah

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:43 WIB

Kursi Sekda Dikuasai Figur Bermasalah dan Bukan Putra Daerah, Birokrasi Sumenep Terancam Jalan Sendiri sendiri

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:55 WIB

Birokrasi Diguncang: Kursi Sekda Diisi Orang Luar Jadi Simbol Kekalahan Sumenep atas Dirinya Sendiri

Berita Terbaru