Operasi Ramadhan di Sumenep Gagal Total: Warung Mami Masih Buka, Aparat Diduga Tutup Mata

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Rabu, 24, 2/ 2026- Gelombang kemarahan publik di Sumenep kembali memuncak. Operasi penertiban bulan Ramadan yang digelar aparat dinilai tak lebih dari sandiwara. Pasalnya, sejumlah lokasi hiburan malam yang sebelumnya diklaim telah ditutup, kini diduga kembali beroperasi secara diam-diam—bahkan terang-terangan.

Sorotan tajam tertuju pada Warung Mami, yang menurut pantauan warga masih buka dan tampak dijaga dua pemuda di bagian luar. Pemandangan ini memicu pertanyaan keras: untuk siapa sebenarnya operasi Ramadan dilakukan?

“Operasi di Sumenep ini memalukan. Inilah wajah aparat Sumenep, semuanya diduga sudah dikondisikan. Dari tadi sore buka lagi hiingga sekarang. diluar dijaga 2 pemuda,’ ujar R Warga Pabian.

“Barusan saya lewat, buka lagi. Warung Mami bukq lagi. Operasi kemarin seolah cuma formalitas,” kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga lainnya melaporkan, lokasi-lokasi yang dikenal sebagai tempat dugem diduga seperti MR Ball dan Lotus juga kembali aktif sembunyi sembunyi .

Pamtauan di lokasi pun jelas, warung Mami ternyata bua kembali.

Aktivis Sumenep, Ainul Yakin, menilai kondisi ini sebagai potret telanjang kebobrokan sistem pengawasan. Menurutnya, operasi tanpa pengawasan lanjutan dan investigasi serius hanya akan menjadi ritual kosong tahunan.

“Kalau operasi hanya simbolik, jangan heran maksiat dan miras terus hidup. Ini bukan penertiban, ini pembiaran yang dibungkus seremoni,” tegas Ainul.

Ia mendesak Polres Sumenep dan Kodim 0827/Sumenep untuk menelusuri siapa yang menjaga, membekingi, dan mengendalikan tempat-tempat tersebut.

“Telusuri siapa penjaga Kafe Potre, Lotus, dan pemilik Warung Mami. Jangan sampai operasi hanya dipermainkan anak buah di lapangan,” ujarnya.

Kesaksian warga menambah panas situasi. Di Warung Mami yang berada di kawasan Jalan Lingkar Timur, persediaan minuman keras diduga telah dipindahkan menggunakan mobil hitam sebelum operasi dilakukan beberapa hari lalu. Saat aparat datang, yang ditemukan hanya air mineral dan minuman ringan. Kini warung tersebut buka lagi.

“Sumenep ini bobrok,’ jelasnya.

Ainul menyebut, jika aparat bersikap tegas seperti penertiban beberapa tahun silam, publik akan tahu bahwa tempat-tempat tersebut bukan sekadar warung kopi atau kuliner biasa.

Tidak hanya itu, yang paling mengusik nurani, sejumlah lokasi dugem itu disebut berada tak jauh dari pondok pesantren. Bagi warga, ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman serius bagi moral dan masa depan generasi muda.

“Kalau hukum terus tumpul ke atas dan tajam ke bawah, Sumenep bisa jadi panggung maksiat terbuka,” tegas Ainul.

Desakan Terbuka untuk Aparat
Publik kini menuntut langkah nyata: penyelidikan internal, pengawasan ketat pasca-operasi, serta pembongkaran jaringan pemilik dan distribusi miras. Ramadan, kata warga, tidak boleh dijadikan tameng pencitraan.

“Generasi muda Sumenep tak boleh menjadi korban kelalaian aparat,” pungkas Ainul.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu jawaban tegas dari Kapolres Sumenep dan Dandim 0827/Sumenep. Operasi Ramadan dipertaruhkan: akan menjadi penegakan hukum sungguhan, atau sekadar panggung sandiwara yang berulang setiap tahun.

 

Berita Terkait

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian
Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II
Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya
Dugaan Bangunan H. Halik Makan Jalan Desa Payudan Daleman Bikin Warga Geram, Bupati Sumenep Didesak Turun Tangan, Forkopimcam Tak Bertaji
Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan
Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang
31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan
Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan

Rabu, 23 September 2026 - 22:54 WIB

Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang

Berita Terbaru