Pengusaha yang Konsisten Mengusung Semangat Fastabiqul Khairat, Bang Ali Hadirkan Kolaborasi Kepedulian, Santuni Santri hingga Rencanakan Pembangunan Fasilitas Pesantren

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Keterbatasan fasilitas yang dialami santri menjadi perhatian H. Ali Zainal Abidin, Founder BASHRA Bani Insan Peduli (BIP) atau yang akrab disapa Bang Ali. Dalam silaturahmi bersama sekitar 3.000 santri dan santriwati Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah, Desa Plakpak, Karang Anyar, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (11/10/2026), ia menyampaikan rencana pembangunan gedung baru dan masjid untuk menunjang aktivitas para santri.

Rencana tersebut muncul setelah Bang Ali melihat video yang memperlihatkan sejumlah santri laki-laki harus tidur di luar ruangan akibat keterbatasan tempat. Kondisi itu menggerakkan dirinya untuk memikirkan upaya yang bisa dilakukan bersama rekan-rekan seperjuangannya.

Dalam kegiatan bertajuk Silaturahmi dan Kolaborasi Kepedulian itu, dua fasilitas yang direncanakan adalah gedung bernama Ainun Umar dan Masjid Abdur Rahim.

Nama Ainun Umar memiliki makna personal bagi Bang Ali karena diambil dari nama kedua orang tuanya. Ia berharap, apabila pembangunan tersebut dapat direalisasikan, fasilitas itu tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan santri, tetapi juga menjadi amal jariyah bagi orang tuanya.

“Siapa tahu dengan hal ini akan menjadi amal jariyah buat orang tua kami nantinya, sehingga bisa bermanfaat,” ungkap Bang Ali.

Meski demikian, rencana pembangunan tersebut masih memerlukan persiapan dan tindak lanjut. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan menjadi bagian penting agar kebutuhan fasilitas pendidikan dan ibadah di lingkungan pesantren dapat diwujudkan.

Santunan hingga Menggerakkan Ekonomi Pedagang Kecil

Kegiatan sosial BASHRA BIP di pesantren tersebut tidak hanya berfokus pada rencana pembangunan. Santunan juga diberikan kepada anak yatim, kaum dhuafa, guru ngaji, dan santri kurang mampu.

Perhatian terhadap masyarakat kecil turut diwujudkan melalui pembelian dagangan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang telah ditentukan oleh tim BASHRA BIP.

Usai acara, para santri berbondong-bondong mendatangi lapak pedagang untuk menikmati dagangan yang disediakan. Aktivitas itu membuat suasana semakin ramai sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para pedagang yang mengandalkan penghasilan dari usaha kecil mereka.

Melalui kegiatan tersebut, kepedulian menjangkau sejumlah kelompok penerima manfaat. Bukan hanya santri dan keluarga yang membutuhkan bantuan, tetapi juga guru ngaji serta pelaku usaha kecil di sekitar masyarakat.

Bagi Bang Ali, dukungan terhadap pesantren perlu disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Bantuan langsung, perhatian terhadap fasilitas, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi bagian dari upaya yang dapat dilakukan secara bersamaan.

Titip Pesan kepada Ribuan Santri

Di hadapan ribuan santri dan santriwati, Bang Ali juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga semangat belajar dan keberanian dalam meraih cita-cita.

Ia mengingatkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Para santri diharapkan terus menuntut ilmu, menjaga ketekunan, serta mengiringi ikhtiar dengan doa.

“Jangan pernah takut untuk menjadi orang sukses. Jangan sampai semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik itu padam,” pesannya.

Selain pendidikan, Bang Ali menekankan pentingnya menghormati orang tua dan menjaga adab. Menurutnya, keberhasilan harus tetap disertai sikap rendah hati dan kesadaran untuk tidak melupakan asal-usul.

Ia juga membagikan dua prinsip yang selama ini berusaha dijaganya, yakni tidak takut berbagi kepada sesama serta memelihara persaudaraan dan persahabatan dengan berbagai kalangan. Kedua prinsip tersebut, katanya, merupakan nasihat orang tua yang terus dipegang dalam kehidupan sehari-hari.

Usaha dan Kepedulian Sosial Berjalan Bersama

Dalam kesempatan itu, Bang Ali turut meminta doa agar usaha yang dijalankannya, termasuk Toko Emas Central 88, terus berkembang dan membuka kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

“Doakan kami juga. Kami juga ada usaha Toko Emas Central 88 yang nantinya hasilnya juga buat pondok pesantren,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan harapannya agar kegiatan usaha dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Dengan usaha yang berkembang, ia berharap dukungan terhadap masyarakat dan pendidikan keagamaan bisa terus diperluas.

Semangat Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan menjadi nilai yang diusung Bang Ali bersama BASHRA BIP dalam berbagai kegiatan sosialnya.

Silaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah pun menjadi ruang untuk mempertemukan kepedulian dengan kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan Islam. Santunan, pembelian dagangan PKL, serta rencana pembangunan gedung Ainun Umar dan Masjid Abdur Rahim menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar tersebut.

Realisasi pembangunan masih menunggu proses dan kolaborasi lebih lanjut. Namun, perhatian terhadap kondisi santri telah membuka pembicaraan mengenai kebutuhan fasilitas yang dapat menunjang kegiatan belajar, beristirahat, dan beribadah.

Melalui langkah tersebut, Bang Ali bersama BASHRA BIP berharap kepedulian tidak berhenti pada bantuan sesaat, melainkan dapat berkembang menjadi upaya berkelanjutan yang memberi manfaat bagi pesantren dan masyarakat luas.

Penulis : Red

Berita Terkait

Skandal Dugaan Hilangnya 106 Sak Beras Bantuan Bulog di Pamolokan Sumenep, Warga Tuntut Kejelasan, Peran Sekdes Ikut Disorot dan Jadi Buah Bibir
Sekda Baru Sumenep Bukan Putra Daerah vs Sekda Lama Ir Edy: Perbedaan Karakter Disebut Seperti Langit dan Bumi
Sekda Sumenep Sekarang Disebut Bukan Orang Bupati, Birokrasi Mulai Gelisah
Kursi Sekda Dikuasai Figur Bermasalah dan Bukan Putra Daerah, Birokrasi Sumenep Terancam Jalan Sendiri sendiri
Birokrasi Diguncang: Kursi Sekda Diisi Orang Luar Jadi Simbol Kekalahan Sumenep atas Dirinya Sendiri
Kasus Kalibata Jadi Alarm Reformasi Polri, Mekeng Sambut Tim Khusus Bentukan Presiden Prabowo
Patroli Ramadhan di Sumenep Layaknya Operasi Sinetron: Warung Mami dan Jaringan Miras Tetap Bebas, Oknum yang Jaga Tempat Maksiat Diduga Ikut Operasi
KenDuren Wonosalam 2026 Resmi Ditiadakan, Pemkab Jombang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Pengusaha yang Konsisten Mengusung Semangat Fastabiqul Khairat, Bang Ali Hadirkan Kolaborasi Kepedulian, Santuni Santri hingga Rencanakan Pembangunan Fasilitas Pesantren

Sabtu, 18 April 2026 - 15:38 WIB

Skandal Dugaan Hilangnya 106 Sak Beras Bantuan Bulog di Pamolokan Sumenep, Warga Tuntut Kejelasan, Peran Sekdes Ikut Disorot dan Jadi Buah Bibir

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:38 WIB

Sekda Baru Sumenep Bukan Putra Daerah vs Sekda Lama Ir Edy: Perbedaan Karakter Disebut Seperti Langit dan Bumi

Senin, 2 Maret 2026 - 23:28 WIB

Sekda Sumenep Sekarang Disebut Bukan Orang Bupati, Birokrasi Mulai Gelisah

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:43 WIB

Kursi Sekda Dikuasai Figur Bermasalah dan Bukan Putra Daerah, Birokrasi Sumenep Terancam Jalan Sendiri sendiri

Berita Terbaru