Parah! Ditengah Dugaan Kriminalisasi Wartawan dan Badai Kasus, Polres Sumenep Gelar Buka Puasa Bersama Segelintir Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 03:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Di tengah kepercayaan publik yang terus digerus oleh rentetan isu serius, relasi antara kepolisian dan insan pers di Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena kasus-kasus besar yang belum tuntas, tetapi juga karena cara komunikasi yang dinilai timpang dan eksklusif.

Gelombang kritik mencuat setelah kegiatan buka puasa bersama yang digelar Polres Sumenep disebut hanya melibatkan segelintir wartawan. Sejumlah jurnalis mengaku tidak dilibatkan, bahkan tidak mengetahui adanya acara tersebut. Fakta ini menimbulkan kesan kuat bahwa sinergi yang diklaim justru berlangsung secara terbatas dan tidak inklusif.

“Fakta di lapangan, banyak wartawan yang tidak dilibatkan dan tidak hadir di lokasi,” ujar L, salah satu wartawan Sumenep.

Pernyataan itu diperkuat oleh FN, wartawan lain yang menyebut dirinya sama sekali tidak diundang. Ia bahkan mempertanyakan urgensi dan makna kegiatan tersebut di tengah kondisi yang ia nilai tidak sehat bagi kebebasan pers.

“Saya juga tidak diundang. Tapi saya tidak berharap. Manfaatnya apa diundang Polres, kalau masih ada wartawan yang dikriminalisasi karena kasus BBM?” katanya.

Kesaksian serupa datang dari wartawan yang hadir di lokasi. Ia mengungkapkan bahwa jumlah jurnalis yang hadir sangat minim dan jauh dari gambaran yang beredar di publik.

“Yang hadir hanya beberapa saja, bro. Bisa dihitung jari. Dua puluhan lebih,” ungkapnya singkat.

Kegiatan buka puasa itu sendiri digelar di tengah derasnya sorotan terhadap sejumlah persoalan krusial di Kabupaten Sumenep.

Mulai dari kasus galian C yang diduga tanpa pengawasan hingga memakan korban jiwa, dugaan mafia BBM yang menyeret oknum aparat, maraknya sarang miras dan tempat maksiat, hingga isu pelepasan terduga pelaku judi dengan tebusan puluhan juta rupiah. Seluruh kasus tersebut hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar di ruang publik.

Namun di tengah badai isu tersebut, Polres Sumenep justru mengklaim telah melaksanakan buka puasa bersama insan media sebagai upaya memperkuat sinergi dan komunikasi.

Dalam keterangan resminya, Polres menyebut kegiatan berbuka puasa bersama digelar di Aula Ruang Video Conference (Vidcon) Mapolres Sumenep, Rabu (25/2/2026), dan dihadiri puluhan wartawan dari berbagai platform media.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran insan pers. Ia mengaku sebagai Kapolres baru masih dalam tahap penyesuaian dan membutuhkan dukungan media dalam menjalankan tugasnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk membuka ruang komunikasi seluas-luasnya serta meminta agar setiap informasi yang berkembang dikonfirmasi terlebih dahulu guna menghindari kesalahpahaman.

Namun, klaim tersebut dinilai kontras dengan realitas yang dirasakan sebagian besar wartawan. Bagi mereka, persoalan bukan sekadar soal undangan buka puasa, melainkan soal keadilan akses, transparansi, dan keseriusan membangun relasi yang setara—terutama ketika pers justru merasa ditekan dan diabaikan.

Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum refleksi, kejujuran, dan perbaikan, justru menyisakan ironi. Ketika sinergi digaungkan dalam rilis resmi, suara wartawan yang tidak dilibatkan justru semakin lantang di luar ruangan.

(KORWIL)

Berita Terkait

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian
Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II
Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya
Dugaan Bangunan H. Halik Makan Jalan Desa Payudan Daleman Bikin Warga Geram, Bupati Sumenep Didesak Turun Tangan, Forkopimcam Tak Bertaji
Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan
Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang
31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan
Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan

Rabu, 23 September 2026 - 22:54 WIB

Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang

Berita Terbaru