Sumenep Panas: Operasi Ramadan Hanya Panggung Sandiwara, Warung Mami dan Tempat Dugem Kembali Beroperasi Sembunyi

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Kamis, 25 Februari 2026, masyarakat Sumenep kembali dibuat geram. Operasi penertiban selama Ramadan yang digelar aparat justru berujung skandal publik: sejumlah tempat hiburan malam yang diklaim tutup, kini diduga kembali beroperasi, bahkan terang-terangan.

Sorotan tajam tertuju pada Warung Mami, yang menurut pantauan warga, buka kembali dan dijaga oleh dua pemuda di bagian luar. Pemandangan itu menimbulkan pertanyaan keras: untuk siapa sebenarnya operasi ini dijalankan?

“Operasi di Sumenep ini memalukan. Aparat seakan semua dikondisikan. Dari tadi sore warung buka lagi, dijaga dua pemuda,” kata R, warga Pabian, dengan nada kecewa.

Warga lain melaporkan, lokasi hiburan seperti MR Ball, Lotus, dan Harmony juga kembali aktif, meski sebagian beroperasi sembunyi-sembunyi. Di Harmony, pintu depan tampak tertutup, tapi akses samping tetap digunakan.

Warung Mami bahkan diduga memindahkan persediaan miras menggunakan mobil hitam sebelum operasi dilakukan, sehingga saat aparat datang, yang ditemukan hanya air mineral dan minuman ringan.

Aktivis Sumenep, Ainul Yakin, menilai operasi ini sebagai cermin telanjang kebobrokan sistem pengawasan di Sumenep.

“Kalau operasi cuma simbolik, jangan heran maksiat dan miras terus hidup. Ini bukan penertiban, ini ritual kosong yang dipertontonkan setiap tahun,” tegasnya.

Ia menuntut aparat Polres Sumenep dan Kodim 0827/Sumenep untuk menelusuri siapa yang membekingi dan mengendalikan tempat-tempat tersebut. Menurutnya, keberanian penegakan hukum harus terlihat jelas agar publik tahu: maksiat tidak bisa berjalan bebas.

Lebih mengusik, sejumlah lokasi dugem berada dekat pondok pesantren. Publik menilai ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman serius bagi moral dan masa depan generasi muda.

“Kalau hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas, Sumenep bisa jadi panggung maksiat terbuka,” tambah Ainul dengan nada tegas.

Desakan publik kini jelas: penyelidikan internal, pengawasan ketat pasca-operasi, dan pembongkaran jaringan pemilik serta distribusi miras.

Ramadan, kata Ainul, tidak boleh dijadikan tameng pencitraan semu.
Hingga berita ini diturunkan, warga menunggu sikap tegas Kapolres Sumenep dan Dandim 0827/Sumenep. Apakah operasi Ramadan akan menjadi penegakan hukum nyata, atau kembali menjadi sandiwara tahunan yang menipu publik?

Pantauan lapangan terakhir, Warung Mami tetap buka, MR Ball dan Lotus beroperasi sembunyi-sembunyi, sedangkan Harmony hanya menutup pintu depan, tapi membuka akses samping. Fenomena ini menunjukkan bahwa maksiat di Sumenep bukan berhenti, hanya dipindahkan tempat dan waktu.

Berita Terkait

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian
Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II
Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya
Dugaan Bangunan H. Halik Makan Jalan Desa Payudan Daleman Bikin Warga Geram, Bupati Sumenep Didesak Turun Tangan, Forkopimcam Tak Bertaji
Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan
Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang
31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan
Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan

Rabu, 23 September 2026 - 22:54 WIB

Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang

Berita Terbaru