Ketika Aparat Diperiksa Aparat: Sidang Etik Eks Kapolres Bima Kota Jadi Sorotan Nasional

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Komitmen Kepolisian Republik Indonesia dalam membersihkan institusi dari penyalahgunaan narkotika kembali diuji. Divisi Profesi dan Pengamanan (Divisi Propam Polri**) resmi menggelar sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap eks Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro, Kamis (19/2/2026).

Sidang etik tersebut digelar di Gedung TNCC sejak pukul 09.00 WIB dan berkaitan langsung dengan dugaan kepemilikan barang bukti narkotika oleh perwira menengah Polri tersebut. Fakta ini sontak mengundang perhatian publik, mengingat posisi strategis Didik sebelumnya sebagai pimpinan wilayah hukum.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, membenarkan pelaksanaan sidang etik tersebut. Namun, ia belum merinci susunan majelis KKEP yang memimpin persidangan.

“Sidang etik dilaksanakan di Gedung TNCC pukul 09.00 WIB, Kamis 19 Februari 2026,” ujarnya kepada wartawan.

Kasus ini menjadi sorotan luas karena menyentuh langsung jantung institusi penegak hukum. Publik menilai, sidang etik terhadap eks Kapolres Bima Kota bukan sekadar proses internal, melainkan ujian nyata integritas Polri dalam menegakkan disiplin dan etika tanpa pandang bulu.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan komitmen pimpinan Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar.

“Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan tidak menoleransi segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan psikotropika, baik oleh masyarakat maupun oknum internal Polri,” tegas Isir di Mabes Polri, Minggu (15/2/2026).

Ia memastikan, tidak ada ruang aman dan tidak ada perlakuan istimewa bagi anggota Polri yang terseret kasus narkotika, termasuk pejabat maupun keluarganya.

“Kami pastikan tidak ada impunitas. Pimpinan Polri sudah tegas dan menjamin bahwa setiap personel yang terlibat jaringan narkotika akan diproses sesuai hukum,” tambahnya.

Tak Hanya Etik, Proses Pidana Berjalan
Di luar proses etik, Bareskrim Polri juga telah menetapkan Didik Putra Kuncoro sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Penyidik kini masih mendalami sejauh mana keterlibatan Didik dalam pusaran bisnis haram tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

Langkah ganda—etik dan pidana—ini dinilai sebagai sinyal bahwa Polri berupaya serius memulihkan kepercayaan publik di tengah maraknya sorotan terhadap integritas aparat.
Harapan Publik: Tidak Sekadar Seremonial
Masyarakat kini menanti hasil sidang KKEP tersebut. Publik berharap penanganan kasus ini tidak berhenti pada sanksi simbolik, melainkan menjadi momentum bersih-bersih institusi secara nyata.

Kasus eks Kapolres Bima Kota menjadi pengingat keras bahwa penyalahgunaan narkotika oleh aparat bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanah negara dan rasa keadilan masyarakat.

Berita Terkait

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura
Isu Panas Madura! PR Cipta Rasa Abadi Sumenep Diduga Bermasalah dalam Distribusi Pita Cukai, Negara Dirugikan
Peredaran Rokok Ilegal JB di Malang Disorot, Umi Choiriyah Masuk dalam Dugaan Rantai Distribusi Masif
Desa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terbaru