Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Suasana rapat penataan ulang pemerintahan Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB mendadak berubah tegang dan penuh sorotan publik. Forum yang awalnya digelar untuk memperkenalkan PJ Kepala Desa baru justru berkembang menjadi ajang terbukanya dugaan persoalan besar terkait pengelolaan Pendapatan Asli Desa (PADes) sejak tahun 2023 hingga 2026.

Kegiatan yang dihadiri lengkap oleh Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader PKK, kader posyandu, hingga unsur masyarakat lainnya itu memanas ketika PJ Kepala Desa mulai membahas evaluasi peningkatan PADes yang bersumber dari Pasar Desa, BUMDes, dan tanah pecaton.

Di tengah forum terbuka tersebut, satu per satu persoalan mulai terungkap ke hadapan masyarakat. Warga mempertanyakan aliran anggaran dari Pasar Desa, pengelolaan BUMDes, hingga uang sewa tanah pecaton yang disebut mencapai puluhan juta rupiah namun diduga tidak pernah masuk ke kas desa sejak tahun 2023.

Situasi semakin ricuh ketika muncul pengakuan yang disebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Desa Pamolokan di depan peserta rapat. Dalam keterangannya, Sekdes diduga mengungkap adanya penggunaan dana dari sektor Pasar Desa untuk membayar pihak LSM dengan nominal mencapai puluhan juta rupiah.

Pernyataan itu sontak membuat forum gaduh. Sejumlah warga terlihat emosi dan mempertanyakan alasan penggunaan dana PADes untuk kepentingan di luar pengelolaan pembangunan desa. Bahkan beberapa tokoh masyarakat menyebut persoalan tersebut sebagai bentuk dugaan penyalahgunaan jabatan yang selama ini tertutup rapat.

“Kalau memang benar uang sebanyak itu dipakai dari PADes, masyarakat wajib tahu ke mana alirannya,” teriak salah satu warga dalam forum.

Tak hanya itu, suasana semakin panas saat nama salah satu pihak dari oknum Inspektorat, yakni Jupri yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap Polres Sumenep, ikut disebut dalam pembahasan yang berkembang di tengah rapat. Dugaan adanya kaitan pemeriksaan inspektorat dengan persoalan pengelolaan anggaran desa pun langsung menjadi sorotan masyarakat yang hadir.

Beberapa warga bahkan menyebut seluruh persoalan tersebut akhirnya “terbongkar sendiri” setelah adanya pemeriksaan dari inspektorat terhadap pengelolaan keuangan desa.

“Itu bisa jadi pusing, segitu banyak total uang yang diungkap ke publik. Akhirnya lari ke LSM dan nama inspektorat ikut disebut,” kata warga lainnya inisial N.

Tidak berhenti sampai di situ, masyarakat juga menyoroti uang sewa tanah pecaton yang disebut bernilai puluhan juta rupiah namun diduga belum disetorkan ke kas desa selama bertahun-tahun. Dugaan tersebut menambah panjang daftar persoalan yang dipertanyakan warga dalam forum terbuka tersebut.

Melihat situasi yang semakin gaduh, PJ Kepala Desa Pamolokan akhirnya mengambil kesimpulan langsung di depan masyarakat. Dalam pernyataannya, PJ Kepala Desa meminta agar Sekretaris Desa segera menyelesaikan dan melunasi penggunaan anggaran PADes yang dipersoalkan masyarakat paling lambat hari Senin mendatang.

Baca LagiDesa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat

Pernyataan itu langsung disambut sorakan warga yang meminta adanya langkah nyata dan transparansi penuh terhadap pengelolaan aset serta keuangan desa.

Masyarakat berharap PJ Kepala Desa yang baru tidak hanya berhenti pada forum evaluasi semata, namun benar-benar melakukan audit serta penataan ulang terhadap seluruh pengelolaan PADes, termasuk Pasar Desa, BUMDes, dan tanah pecaton yang selama ini menjadi sumber pendapatan desa.

Hingga berita ini ditulis, persoalan tersebut masih menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat Desa Pamolokan dan memunculkan desakan agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut secara terbuka demi menjaga kepercayaan publik dan keberlangsungan pembangunan desa.

(Ilham)

Berita Terkait

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura
Isu Panas Madura! PR Cipta Rasa Abadi Sumenep Diduga Bermasalah dalam Distribusi Pita Cukai, Negara Dirugikan
Peredaran Rokok Ilegal JB di Malang Disorot, Umi Choiriyah Masuk dalam Dugaan Rantai Distribusi Masif
Desa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat
Inspektorat Turun, Dugaan Setoran Pasar Desa dan Sederet Bantuan Bermasalah di Pamolokan Sumenep Meledak, Aktivis: Layaknya Tuan Takur

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terbaru