Mafia BBM dan Oknum Polres: Wartawan Senior Sumenep Korban Kriminalisasi Siap Buka Semua Borok di DPR

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Kasus dugaan mafia bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Kabupaten Sumenep meledak ke permukaan, Kamis (19/2/2026). Wartawan senior Erfandi, yang selama ini dikenal kritis, menyatakan dirinya menjadi korban kriminalisasi Polres Sumenep, dan kini menyatakan perang terbuka terhadap apa yang ia sebut “kebusukan sistemik” di tubuh aparat penegak hukum.

“Kami siap bongkar kebusukan para oknum di Polres Sumenep, lahir batin! Publik harus tahu fakta sesungguhnya,” tegas Erfandi kepada Kabardata.id.

Ia menegaskan, aktor utama mafia BBM bukan hanya berada di lapangan, tetapi diduga bersembunyi di balik seragam aparat.

Erfandi bersama tim kuasa hukumnya telah mengajukan permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke DPR RI, dengan tujuan membuka dokumen, bukti, dan fakta seterang-terangnya. Jika terealisasi, kasus ini akan menjadi isu nasional, bukan sekadar persoalan lokal di Sumenep.

Kuasa hukum Erfandi, Ach. Supyadi, S.H., M.H., menyoroti adanya indikasi perlindungan sistematis terhadap aktor tertentu dalam jaringan BBM ilegal.

Ia menyebut, pihak yang seharusnya menindak justru diduga melindungi pelaku. “Ini bukan tuduhan kosong. Fakta dan dokumen saling berkaitan. Pelaku lapangan dijadikan tameng, sementara aktor strategis nyaris tak tersentuh,” jelas Supyadi.

Proses hukum yang timpang ini memunculkan pertanyaan serius: mengapa kasus BBM ilegal di Sumenep seolah tidak pernah tuntas? Mengapa praktik yang jelas merugikan negara terus berulang, sementara pihak yang berani bersuara malah dijadikan tersangka?

Supyadi menegaskan, penetapan Erfandi sebagai tersangka mencerminkan wajah hukum yang tajam ke bawah, tumpul ke atas. Jika hukum ditegakkan adil, semua pihak yang terlibat—tanpa memandang jabatan atau seragam—harus diperiksa.

Kondisi ini memantik perhatian publik, aktivis antikorupsi, dan pemerhati hukum. Mereka menuntut pengawasan nasional yang independen agar kasus ini dibuka seterang-terangnya. Tim kuasa hukum Erfandi pun menyiapkan langkah lanjutan: praperadilan, pengaduan ke lembaga pengawas, hingga pembukaan dokumen di DPR RI.

“Jika dugaan ini salah, bantahlah secara hukum. Tapi jika benar, ini adalah skandal besar yang tidak boleh dikubur,” tegas Supyadi.

Kini, kasus mafia BBM di Sumenep menjadi ujian keras bagi kredibilitas penegakan hukum di Indonesia. Publik menanti: apakah kebenaran akan dibuka di Senayan, atau kembali tenggelam di balik kekuasaan dan kepentingan?

(MN)

Berita Terkait

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura
Isu Panas Madura! PR Cipta Rasa Abadi Sumenep Diduga Bermasalah dalam Distribusi Pita Cukai, Negara Dirugikan
Peredaran Rokok Ilegal JB di Malang Disorot, Umi Choiriyah Masuk dalam Dugaan Rantai Distribusi Masif
Desa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terbaru