Sejarah Paling Memalukan Sumenep: Sekda Orang Luar Dilantik, Akal Sehat Ditinggalkan

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep justru meninggalkan rasa pahit dan amarah publik. Alih-alih menjadi titik penguatan birokrasi, keputusan ini dicatat banyak pihak sebagai langkah kontroversial yang menampar martabat daerah sendiri.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo resmi menunjuk Agus Dwi Saputra sebagai Sekda definitif. Sosok yang bukan putra daerah itu kini menduduki kursi paling strategis dalam struktur ASN Kota Keris, memicu satu kalimat keras yang beredar luas di tengah masyarakat: Sumenep benar-benar dianggap tak punya orang layak?

Keputusan ini semakin menyulut kekecewaan karena dilakukan di tengah catatan rekam jejak bermasalah yang sebelumnya telah dipublikasikan ke ruang publik. Fakta-fakta itu bukan isu liar, melainkan hasil rangkuman laporan dan investigasi media yang sejak awal telah memperingatkan potensi persoalan di balik nama-nama kandidat Sekda.

Namun semua peringatan itu seakan diabaikan mentah-mentah. Proses seleksi yang diklaim terbuka dan berbasis kompetensi justru berujung pada pilihan yang dinilai publik paling bermasalah dan paling sensitif secara sosiologis.

Agus Dwi Saputra sebelumnya dikaitkan dengan sejumlah kisah lama yang hingga kini tak pernah dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Dugaan penguasaan aset, cerita pembelian tanah dinas, hingga istilah “kresek hitam” yang telah lama beredar di internal birokrasi, kini kembali mencuat dan menjadi beban moral bagi pemerintahan daerah.

“Ini bukan lagi soal profesional atau tidak. Ini soal keberanian pemerintah daerah menghadapi masa lalu kandidatnya sendiri,” kata Febriansyah

Ia menilai pelantikan tersebut mencederai rasa keadilan sosial dan memperlebar jarak antara pemerintah daerah dengan rakyatnya.

“Jangan bungkus ini dengan dalih profesionalisme. Profesional itu dibuktikan dengan rekam jejak bersih dan keberpihakan pada daerah, bukan sekadar latar belakang administratif. Kalau selalu kalah di rumah sendiri, lalu untuk apa otonomi?” tegasnya.

Menurutnya, keputusan ini akan menjadi catatan sejarah kelam bagi birokrasi Sumenep.

“Hari ini Sumenep mencatat sejarah, tapi bukan sejarah yang membanggakan. Ini preseden buruk. Jangan salahkan publik kalau kemudian muncul kemarahan dan ketidakpercayaan terhadap pemerintahan,” pungkasnya.

Lebih menyakitkan, bagi banyak kalangan, keputusan ini dianggap sebagai tamparan terhadap ASN putra daerah. Di saat banyak pejabat lokal berkarier puluhan tahun dan memahami kultur Madura secara mendalam, kursi tertinggi birokrasi justru diserahkan kepada figur dari luar daerah dengan catatan kontroversial.

Kini, pelantikan Sekda ini tidak hanya menjadi keputusan administratif, tetapi penanda sejarah kelam dalam perjalanan pemerintahan Kabupaten Sumenep. Sejarah yang akan terus diingat, bukan karena prestasi, melainkan karena keputusan yang melukai rasa keadilan publik.

Berita Terkait

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura
Isu Panas Madura! PR Cipta Rasa Abadi Sumenep Diduga Bermasalah dalam Distribusi Pita Cukai, Negara Dirugikan
Peredaran Rokok Ilegal JB di Malang Disorot, Umi Choiriyah Masuk dalam Dugaan Rantai Distribusi Masif
Desa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terbaru