Aparat Sumenep Tak Serius, Operasi Ramadan Hanya Sinetron, Warung Miras dan Tempat Hiburan Buka Sembunyi-sembunyi, Audiensi Ulama di DPRD Sia sia

Senin, 2 Maret 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Operasi penertiban tempat hiburan selama Ramadan kembali menimbulkan kontroversi di Sumenep. Alih-alih menegakkan hukum, sejumlah lokasi kembali buka, beberapa terang-terangan, sebagian lain secara sembunyi-sembunyi. Sorotan utama jatuh pada Warung Mami dan Harmony, sementara MR Ball, Lotus, dan Potree diduga kembali aktif dengan modus tersembunyi.

Di Harmony, pintu depan tertutup, tetapi akses samping tetap digunakan. Ironisnya, Warung Mami hanya berjarak 300 meter dari rumah dinas Kapolres, namun tetap beroperasi bebas seolah tak ada hukum.
Aparat turun seperti “aparat India”, datang beramai-ramai, namun tidak ada tindakan berarti.

Datang tengah malam, diduga sekadar main “mata” dengan pelaku usaha miras dan hiburan malam. Bahkan, salah satu LC beberapa hari lalu melakukan siaran langsung di TikTok saat karaokean berlangsung, menambah tanda tanya besar soal profesionalisme aparat.

“Kalau operasi cuma simbolik, maksiat dan miras terus hidup. Ini bukan penertiban, ini sandiwara.” ujar Ainul Yakin.Rabu 4 Maret 2026.

Ia menuntut Polres dan Kodim menelusuri siapa yang membekingi tempat-tempat tersebut dan sebenarnya siapa saja oknum yang sering nongkrong di tempat maksiat tersebut.

Salah satu lokasi penjual Miras yang bebas leluasa selama bertahun tahun bahkan dekat pondok pesantren milik mantan Wakil Bupati, ancaman serius bagi moral generasi muda.

Selain operasi lapangan yang dipertanyakan, audiensi publik di DPRD Sumenep terkait keluhan warga terhadap maraknya miras dan hiburan malam selama Ramadan juga dianggap sia-sia.

Warga melaporkan aspirasi dan keluhan mereka diterima, namun tidak ada tindak lanjut nyata. Banyak yang menilai audiensi tersebut hanya formalitas, tanpa janji penegakan hukum yang jelas.

Pantauan terakhir menunjukkan: Warung Mami diduga tetap buka, MR Ball dan Lotus, Potree diduga beroperasi sembunyi-sembunyi, Harmony menutup pintu depan tapi diduga membuka akses samping.

Fenomena ini membuktikan maksiat di Sumenep bukan berhenti, tapi diduga dikondisikan.

Sejumlah ulama dan habaib mendesak DPRD Sumenep menutup permanen tempat hiburan malam demi menjaga moral publik dan generasi muda. Tokoh seperti Habib Ali Zainal Abidin dan KH Fahri Guluk-Guluk menegaskan perlunya langkah hukum tegas.

DPRD Kabupaten Sumenep menggelar forum dengar aspirasi (27/2/2026). Dr. Moh. Zeinudin, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumenep, menekankan perlunya regulasi khusus pengaturan tempat hiburan malam.

Namun semua itu seolah percuna karena hingga kini tak ada tindak lanjut.

Berita Terkait

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian
Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II
Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya
Dugaan Bangunan H. Halik Makan Jalan Desa Payudan Daleman Bikin Warga Geram, Bupati Sumenep Didesak Turun Tangan, Forkopimcam Tak Bertaji
Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan
Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang
31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan
Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan

Rabu, 23 September 2026 - 22:54 WIB

Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang

Berita Terbaru