Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Industri rokok ilegal di Madura kembali menjadi sorotan tajam publik. Setelah berbagai merek bodong bermunculan, kini giliran ST16MA yang diduga kuat milik seorang pengusaha berpengaruh asal Pamekasan, Haji Sehri, mencuat sebagai simbol baru dugaan praktik “kebal hukum”.

Produk rokok ilegal ini beredar luas di pasaran dengan lima varian, yaitu Blueberry, Mango Boost, Premium, Bold, dan Absolute. Seluruh produk tersebut diduga tidak dilengkapi pita cukai pada kemasannya, yang menjadi syarat wajib dalam peredaran produk hasil tembakau di Indonesia.

Kondisi ini memicu kegelisahan publik karena peredaran produk tanpa cukai tersebut dinilai berlangsung terbuka dan masif di sejumlah titik penjualan di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan.
Sejumlah pihak menilai fenomena ini bukan lagi sekadar pelanggaran administratif, melainkan indikasi kuat adanya kelemahan pengawasan yang berpotensi merugikan penerimaan negara dari sektor cukai.

Sorotan publik semakin tajam kepada otoritas terkait, termasuk Bea Cukai, yang didesak untuk segera melakukan penelusuran menyeluruh terhadap dugaan peredaran rokok ilegal tersebut.

Aktivis Madura, Roni Setiawan, turut angkat bicara dan menyoroti serius dugaan maraknya peredaran rokok ilegal di wilayah tersebut. Ia menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena dapat merusak sistem hukum dan menggerus potensi penerimaan negara.

“Ini harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai ada kesan pembiaran. Kalau benar terjadi, maka harus diusut sampai tuntas tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan, ST16MA disebut-sebut telah beredar cukup luas dan memiliki jaringan distribusi yang rapi di tingkat pengecer. Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang dapat menguatkan seluruh dugaan tersebut.

Masyarakat setempat mengaku resah dengan maraknya produk rokok tanpa pita cukai yang dijual bebas, karena dinilai merugikan negara sekaligus menciptakan persaingan tidak sehat bagi pelaku usaha rokok legal.

“Kalau memang benar tidak bercukai, ini jelas merugikan negara dan harus segera ditindak tegas,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik menilai bahwa jika dugaan ini benar terjadi secara sistematis, maka diperlukan langkah investigasi lintas lembaga untuk mengungkap rantai distribusi dari hulu ke hilir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut dalam pemberitaan maupun otoritas terkait belum memberikan keterangan resmi atas berbagai dugaan yang beredar di tengah masyarakat.
Publik kini menunggu langkah konkret aparat penegak hukum untuk melakukan klarifikasi, investigasi, serta memastikan kebenaran informasi yang berkembang agar tidak menimbulkan spekulasi yang lebih luas di ruang publik. (Rul)

 

Berita Terkait

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian
Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II
Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya
Dugaan Bangunan H. Halik Makan Jalan Desa Payudan Daleman Bikin Warga Geram, Bupati Sumenep Didesak Turun Tangan, Forkopimcam Tak Bertaji
Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan
Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang
31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan
Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan

Rabu, 23 September 2026 - 22:54 WIB

Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang

Berita Terbaru