KPK Bongkar Skandal Dana Hibah Jatim, Deretan Nama Politikus hingga Pihak Swasta Mulai Terkuak

Senin, 11 Mei 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA – Skandal dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memanas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus membongkar jaringan penerima dan pengatur dana hibah yang diduga menjadi bancakan berjamaah lintas daerah dan lintas kepentingan politik.

Senin (11/5/2026), KPK memanggil dua anggota DPRD dari Madura, yakni Rokib, anggota DPRD Kabupaten Bangkalan, serta Munaji, anggota DPRD Kabupaten Pamekasan. Keduanya diperiksa sebagai saksi di Kantor Perwakilan BPKP Jawa Timur, Surabaya.

Tak hanya dua politikus Madura tersebut, penyidik juga memanggil tiga pihak swasta berinisial ARN, MHR, dan AM untuk mendalami dugaan aliran dana serta praktik suap dana hibah kelompok masyarakat tahun anggaran 2019–2022.

Kasus besar ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya menjerat mantan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak.

Dalam pengembangannya, KPK telah menetapkan 21 tersangka. Salah satu nama yang sebelumnya ikut terseret ialah mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi. Namun proses penyidikannya dihentikan karena yang bersangkutan meninggal dunia.

Berikut sejumlah nama yang selama ini muncul dalam pusaran kasus dana hibah Jatim:

Sahat Tua Simanjuntak

Kusnadi

Rokib

MNJI

ARN

MHR

AM

Kasus ini juga menyeret perhatian publik karena dugaan keterlibatan jaringan dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Pasuruan, Probolinggo, Tulungagung hingga Gresik.

Besarnya skema dana hibah yang diduga dimainkan membuat publik menyebut perkara ini sebagai salah satu skandal hibah terbesar di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir.

Kini masyarakat menunggu langkah berikutnya dari KPK untuk membongkar siapa saja aktor utama yang selama ini diduga menikmati aliran dana hibah atas nama kelompok masyarakat namun berujung pada kepentingan politik dan pribadi.

KPK memastikan penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan muncul nama-nama baru maupun tersangka tambahan dalam waktu dekat.

Penulis : Ilhm

Berita Terkait

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura
Isu Panas Madura! PR Cipta Rasa Abadi Sumenep Diduga Bermasalah dalam Distribusi Pita Cukai, Negara Dirugikan
Peredaran Rokok Ilegal JB di Malang Disorot, Umi Choiriyah Masuk dalam Dugaan Rantai Distribusi Masif
Desa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terbaru