Peredaran Rokok Ilegal JB di Malang Disorot, Umi Choiriyah Masuk dalam Dugaan Rantai Distribusi Masif

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang— Isu dugaan peredaran rokok ilegal merek JB di wilayah Kabupaten Malang kembali mencuat dan menjadi perhatian sejumlah kalangan. Informasi yang berkembang di masyarakat menyebut adanya pola distribusi yang diduga berjalan secara terstruktur, sehingga memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan keterkaitan lebih dari sekadar pelaku lapangan.

Sejumlah aktivis menilai fenomena tersebut perlu menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Mereka meminta agar penanganan tidak hanya berhenti pada level distribusi kecil, tetapi juga dilakukan penelusuran lebih mendalam terhadap dugaan adanya rantai pasok yang lebih luas.

Aktivis Malang, Hairul Saleh, menilai bahwa jika benar terdapat pola distribusi yang sistematis, maka aparat tidak boleh ragu untuk menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat dalam rantai tersebut.

“Jika memang ada indikasi pola yang terstruktur, maka penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak boleh hanya berhenti pada pelaku di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengawasan yang ketat dibutuhkan agar tidak terjadi ruang kosong yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang melanggar ketentuan cukai.

Di sisi lain, sebagian pihak juga mendorong adanya perhatian lebih luas dari lembaga terkait, termasuk dorongan agar koordinasi lintas instansi diperkuat dalam mengawasi potensi pelanggaran di sektor barang kena cukai. Sejumlah kalangan bahkan menilai perlu ada penguatan monitoring agar tidak terjadi celah dalam sistem pengawasan.

Masyarakat setempat mengaku mulai mengikuti isu yang berkembang tersebut. Namun mereka juga menekankan pentingnya kejelasan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah warga.

“Kalau memang ada hal seperti itu, kami berharap ada penjelasan resmi. Jangan sampai hanya jadi isu yang berkembang tanpa kepastian,” ujar salah satu warga.

Sementara itu, salah satu sumber terpercaya mengungkapkan, sejumlah nama yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan dugaan aktivitas tersebut. Namun demikian, informasi tersebut masih berada pada ranah dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara hukum.

Salah satu nama yang disebut dalam percakapan masyarakat adalah Umi Choiriyah, yang dikaitkan dalam dugaan jaringan distribusi rokok tanpa pita cukai di wilayah tertentu. Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menguatkan informasi tersebut, sehingga seluruh dugaan masih memerlukan pendalaman dan verifikasi lebih lanjut.

Sejumlah pihak menekankan bahwa penyebutan nama dalam isu yang masih berupa dugaan harus tetap ditempatkan secara hati-hati, agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di ruang publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak yang disebut maupun instansi terkait. Aparat penegak hukum diharapkan dapat melakukan langkah klarifikasi dan investigasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar serta memberikan kepastian kepada masyarakat.

Berita Terkait

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura
Isu Panas Madura! PR Cipta Rasa Abadi Sumenep Diduga Bermasalah dalam Distribusi Pita Cukai, Negara Dirugikan
Desa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat
Inspektorat Turun, Dugaan Setoran Pasar Desa dan Sederet Bantuan Bermasalah di Pamolokan Sumenep Meledak, Aktivis: Layaknya Tuan Takur

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terbaru