Dugaan Skandal Bea Cukai Melebar! Nama Bos CV Sayap Mas Disorot, KPK Didesak Bertindak Tegas

Minggu, 19 April 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang – Aroma dugaan praktik tak beres di sektor bea cukai kembali menguat dan mulai menyeret nama-nama baru. Kali ini, sorotan publik mengarah pada H. Sulaiman, pemilik CV Sayap Mas, yang disebut-sebut dalam berbagai informasi lapangan terkait dugaan distribusi barang kena cukai yang tidak sesuai aturan.

Isu ini tak lagi sekadar bisik-bisik. Seiring dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah memperdalam kasus di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, tekanan publik pun semakin keras: bongkar hingga ke akar, tanpa pandang bulu.

Sejumlah sumber menyebut, nama H. Sulaiman mulai sering muncul dalam percakapan internal pelaku industri. Ia diduga memiliki keterkaitan dengan pola distribusi lintas wilayah yang dinilai janggal. Meski demikian, hingga kini informasi tersebut masih bersifat awal dan memerlukan pembuktian lebih lanjut.

“Peredarannya disebut luas dan terorganisir. Ini tidak bisa dianggap sepele, harus diusut tuntas,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini memicu reaksi keras dari kalangan aktivis.

Rahmad Hermawan, dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Malang secara tegas meminta KPK segera mengambil langkah konkret, termasuk memanggil pihak-pihak yang namanya mulai mencuat ke permukaan.

“Jangan sampai publik melihat ada kesan tebang pilih. Semua yang disebut harus diperiksa, termasuk H. Sulaiman,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum. Menurutnya, kejelasan informasi menjadi kunci untuk meredam spekulasi liar yang bisa berkembang di masyarakat.

“Kalau memang tidak terlibat, sampaikan secara terbuka. Tapi kalau ada pelanggaran, hukum harus ditegakkan tanpa kompromi,” tambahnya.

Sementara itu, pihak KPK melalui juru bicaranya menyatakan bahwa proses pendalaman masih berlangsung. Lembaga antirasuah itu tengah mengkaji berbagai aspek, termasuk kemungkinan adanya celah dalam sistem pengawasan yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

Perkembangan ini membuka kemungkinan bahwa kasus tersebut tidak hanya berhenti pada pelaku teknis di lapangan, melainkan bisa merambah ke persoalan yang lebih besar—bahkan sistemik.

Kini, publik menunggu langkah nyata KPK. Apakah kasus ini akan menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas, atau justru berhenti di tengah jalan? Satu hal yang pasti, tekanan untuk mengungkap kebenaran kian tak terbendung.

Penulis : Dif

Berita Terkait

Balai Desa Pamolokan Sumenep Lumpuh Total, Skandal Beras Hilang Picu Amarah Warga
Skandal Bantuan Beras di Pamolokan Meledak! 106 Sak Diduga Hilang, Muncul Dugaan Akan Ada Rekayasa Data demi Laporan 100 Persen
Skandal Memalukan! 106 Sak Beras 10 Kg Hak Rakyat Diduga Lenyap di Pamolokan, Bupati Sumenep Diminta Copot Sekdes Tanpa Toleransi
H. Bulla Pamekasan Disebut-sebut Aktor dalam Peredaran Rokok Bodong Marbol
Terkuak! Johan Sugiharto Disebut dalam Pusaran “Mafia Cukai”, KPK Mulai Bergerak
KPK RI Didesak Bongkar Dugaan Jaringan Mafia Cukai di Sidoarjo, H. Samsul Huda Diduga Masuk Pusaran
Di Tengah Warga Puasa dan Tarawih, Warung Mami Diduga Sarang Miras Tetap Buka 300 Meter dari Rumdis Kapolres, Hanya Tutup Saat Jelang Operasi Tengah Malam
Dugaan Setoran Rp 250 Juta dalam Skandal BSPS Sumenep Stagnan, Publik Pertanyakan Keseriusan Mabes Polri

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 11:33 WIB

Balai Desa Pamolokan Sumenep Lumpuh Total, Skandal Beras Hilang Picu Amarah Warga

Senin, 20 April 2026 - 18:58 WIB

Skandal Bantuan Beras di Pamolokan Meledak! 106 Sak Diduga Hilang, Muncul Dugaan Akan Ada Rekayasa Data demi Laporan 100 Persen

Minggu, 19 April 2026 - 19:08 WIB

Skandal Memalukan! 106 Sak Beras 10 Kg Hak Rakyat Diduga Lenyap di Pamolokan, Bupati Sumenep Diminta Copot Sekdes Tanpa Toleransi

Minggu, 19 April 2026 - 16:27 WIB

H. Bulla Pamekasan Disebut-sebut Aktor dalam Peredaran Rokok Bodong Marbol

Minggu, 19 April 2026 - 16:04 WIB

Dugaan Skandal Bea Cukai Melebar! Nama Bos CV Sayap Mas Disorot, KPK Didesak Bertindak Tegas

Berita Terbaru