Operasi MR Ball Kosong, Aparat Kecolongan Lagi! Meja dan Kursi Ditemukan Tanpa Barang, Kontras dengan Keseriusan Sidak Kapolres Hendri Dulu

Senin, 23 Februari 2026 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Publik Sumenep kembali dibuat gelisah. Operasi gabungan aparat terhadap tempat dugem MR Ball milik Robin, Jumat malam (20/2/2026), hanya menemukan meja dan kursi kosong. Tidak ada satu botol pun miras yang tertangkap. Fenomena ini langsung menimbulkan pertanyaan: apakah lokasi hiburan malam itu benar-benar ditutup, atau seluruh persediaan sudah dipindahkan diam-diam sebelum operasi?

Aktivis Sumenep, Ainul Yakin, menegaskan, “Kalau dioperasi setelah barang-barangnya diangkut, mana mungkin aparat mendapati apa-apa. Ini jelas kecolongan.”

Peristiwa ini mengingatkan publik pada keseriusan sidak Kapolres Hendri beberapa tahun lalu. Dua tahun lalu, Kapolres Hendri memimpin sidak secara langsung dan menyita HP anak buahnya agar tidak bocor. Hasilnya, ratusan botol miras di MR Ball, JBL, dan sejumlah tempat lain berhasil diamankan.

Kini, operasi gabungan di MR Ball tampak jauh berbeda. Hanya meja dan kursi kosong yang ditemukan, sementara dugaan peredaran miras dan aktivitas maksiat tetap berjalan di lokasi lain, termasuk Warung Mami di Talangan.

Warung Mami, yang selama bertahun-tahun dicurigai sebagai gudang miras, terlihat memindahkan sebagian barang dagangannya menggunakan mobil hitam beberapa hari sebelumnya. Saat aparat datang, yang tertangkap hanyalah beberapa air mineral dan Coca-Cola.

Saksi mata menyebut bahwa sebelum operasi, minumannya sudah diangkut mobil hitam.

“Dugaan kuat bahwa aktivitas ini adalah boyongan seluruh persediaan miras, seakan ingin menghilangkan jejak sebelum tindakan hukum dijalankan,” jelas seorang mahasiswa yang memantau lokasi.

Warung Mami berlokasi di Jalan Lingkar Timur, jalur publik ramai, bersebelahan dengan warung durian, namun aktivitas malamnya tetap ramai, seolah tak tersentuh aparat.

“Tempat itu bukan tempat kulineran, tapi disiasati sebagai warung makanan. Kalau Kapolres dan Dandim langsung sidak sambil menyamar, pasti terlihat bahwa selama bertahun-tahun mereka tidak benar-benar menjual makanan.” ucap dia.

Dugaan keterlibatan oknum aparat dan keluarganya dalam melindungi Warung Mami dan tempat hiburan lain semakin kuat.

Pasca viral di media sosial, beberapa lokasi dugem seperti JBL, Potree, dan Lotus terlihat tutup sementara. Namun warga tetap skeptis. Penutupan itu dinilai bukan karena kesadaran hukum, melainkan reaksi sementara terhadap sorotan publik.

Aktivis Ainul Yakin menegaskan, penutupan sementara bukan jaminan keamanan bagi generasi muda.

“Generasi Sumenep sedang dirusak secara sistematis. Jika aparat tidak tegas, aktivitas ini pasti akan muncul lagi,” tegasnya.

Lebih mengkhawatirkan, dugaan peredaran miras juga muncul di kawasan Pandian, tepat di depan pondok pesantren milik mantan Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah. Hal ini menimbulkan kegelisahan publik: bagaimana aktivitas yang merusak moral bisa tumbuh di sekitar simbol pendidikan agama?

“Kami menuntut tindakan tegas dari Kapolres Sumenep dan Letkol Arm Bendi Wibisono, S.E., M.Han, Dandim 0827/Sumenep, agar dilakukan penyelidikan internal dan intelijen. Identitas pemilik MR Ball, Warung Mami, dan jaringan peredaran miras di seluruh titik harus dibongkar secara terbuka. Jika hukum terus tumpul ke atas dan tajam ke bawah, Sumenep berisiko menjadi panggung maksiat terang-terangan,” tutupnya.

Berita Terkait

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura
Isu Panas Madura! PR Cipta Rasa Abadi Sumenep Diduga Bermasalah dalam Distribusi Pita Cukai, Negara Dirugikan
Peredaran Rokok Ilegal JB di Malang Disorot, Umi Choiriyah Masuk dalam Dugaan Rantai Distribusi Masif
Desa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terbaru