Patroli Ramadhan di Sumenep Layaknya Operasi Sinetron: Warung Mami dan Jaringan Miras Tetap Bebas, Oknum yang Jaga Tempat Maksiat Diduga Ikut Operasi

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Jumat, 20/2/2026- Wibawa aparat penegak hukum di Kabupaten Sumenep kembali dipertanyakan publik. Di tengah malam-malam suci Ramadhan, sejumlah lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran minuman keras (miras) dan aktivitas maksiat justru tetap beroperasi terang-terangan, seolah kebal hukum dan tanpa rasa takut.

Sorotan tajam warga tertuju pada Warung Mami di kawasan Talangan, yang disebut-sebut sebagai gudang miras aktif. Setiap malam, pemuda keluar masuk lokasi tersebut tanpa hambatan, bahkan disebut dijaga oleh sekelompok anak muda. Lokasi warung bukan tempat tersembunyi—berada di Jalan Lingkar Timur, jalur publik ramai, berdekatan dengan warung durian. Pantauan wartawan menunjukkan Warung Mami tetap buka di malam kedua Ramadhan.

“Tempat di Talangan itu diduga milik oknum. Sudah lama buka, tapi aman terus,” ungkap seorang warga.

Dugaan semakin kuat karena beberapa oknum yang terlibat dalam operasi gabungan, justru diketahui memiliki pekerjaan sampimgan di lokasi hiburan malam

Selain Warung Mami, dugaan peredaran miras juga mencuat di kawasan Pandian, tepat di depan pondok pesantren milik mantan Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah.

Fakta ini menambah kegelisahan publik: bagaimana mungkin aktivitas yang merusak moral justru tumbuh di sekitar simbol pendidikan agama?

Lebih mencengangkan, informasi dari keluarga seorang oknum aparat menyebut adanya keterlibatan anggota keluarga oknum TNI yang diduga bekerja di salah satu lokasi hiburan malam. Hal ini semakin memperkuat kecurigaan publik bahwa pembiaran praktik maksiat bukan tanpa sebab, melainkan ada “setoran besar” dan perlindungan sistematis.

Di Sumenep, tempat yang diduga jadi tempat maksiat, JBL, Potree, Lotus, Harmoni, hingga tempat dugem MR Ball milik Robin.

Warga menilai, operasi penertiban yang dilakukan aparat selama ini hanya bersifat seremonial dan kosmetik—datang ramai, foto-foto, lalu menghilang tanpa hasil nyata. Buktinya, warung Mami diduga tetap kebal hukum dan masih jual Miras.

“Aparat tidak akan berani menindak. Terutama Warung Mami yang sudah kebal hukum itu,” ujar Edi, warga Pabian, dengan nada kecewa.

Kondisi ini membuat peran aparat penegak hukum seperti Polres Sumenep, Satpol PP, dan TNI dinilai mandul di mata publik.

Aktivis Sumenep, Ainul Yakin, menyebut situasi ini sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi muda.

“Generasi Sumenep sedang dirusak secara sistematis. Jika aparat terus main mata, masyarakat tidak akan tinggal diam. Kami siap melakukan sweeping mandiri,” tegasnya.

Ia juga menyoroti maraknya peredaran pil Inex yang kian mengkhawatirkan, sementara aparat terkesan lesu dan kehilangan nyali. Publik kini menanti langkah tegas dari Letkol Arm Bendi Wibisono, S.E., M.Han, Dandim 0827/Sumenep, untuk melakukan penyelidikan internal dan intelijen.

Masyarakat menuntut agar identitas pemilik Warung Mami dan jaringan peredaran miras dibongkar secara terbuka. Jika hukum terus tumpul ke atas dan tajam ke bawah, Sumenep dikhawatirkan akan terus tenggelam dalam panggung maksiat yang terang-terangan menantang wibawa negara, bahkan di malam-malam suci Ramadhan.

Berita Terkait

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian
Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II
Pengusaha yang Konsisten Mengusung Semangat Fastabiqul Khairat, Bang Ali Hadirkan Kolaborasi Kepedulian, Santuni Santri hingga Rencanakan Pembangunan Fasilitas Pesantren
Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya
Dugaan Bangunan H. Halik Makan Jalan Desa Payudan Daleman Bikin Warga Geram, Bupati Sumenep Didesak Turun Tangan, Forkopimcam Tak Bertaji
Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan
Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang
31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Pengusaha yang Konsisten Mengusung Semangat Fastabiqul Khairat, Bang Ali Hadirkan Kolaborasi Kepedulian, Santuni Santri hingga Rencanakan Pembangunan Fasilitas Pesantren

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan

Berita Terbaru