Pejabat Asal Luar Daerah yang Pernah Tersandung Masalah Duit Satu Kresek Dipilih Jadi Sekda Sumenep, Kepercayaan Publik Ambruk

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep kali ini bukan sekadar prosesi administratif. Ia menjelma menjadi ledakan psikologis dan politik yang mengguncang ruang batin masyarakat Kota Keris. Keputusan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo melantik Agus Dwi Saputra sebagai Sekda definitif dipersepsikan publik sebagai tamparan keras bagi harga diri daerah.

Di mata banyak warga, ini bukan pilihan teknokratis. Ini pilihan simbolik. Dan simbol itu terasa pahit: jabatan tertinggi ASN di Sumenep kini dipegang figur dari luar Madura, di tengah jejak kontroversi yang tak pernah dibuka secara terang kepada publik.
Alih-alih menjadi perekat birokrasi, pelantikan Sekda justru memantik pertanyaan paling mendasar: apakah pemerintah daerah masih peka terhadap sensitivitas sosial dan sejarah kolektif masyarakatnya, atau telah melangkah jauh meninggalkan akar lokal demi kalkulasi kekuasaan jangka pendek?

Sejumlah catatan lama kembali diungkit. Bukan gosip murahan, bukan isu liar. Melainkan cerita yang beredar lama di lorong-lorong birokrasi—tentang penguasaan aset, pembelian tanah dinas, hingga istilah “kresek hitam” yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik gelap. Tak pernah ada klarifikasi terbuka. Tak ada penjelasan yang menenangkan. Kini, semua itu seolah ikut dilantik bersama jabatan Sekda.

Seorang aktivis muda Sumenep, Febriansyah, menyebut keputusan ini sebagai “kegagalan etika kepemimpinan.”

“Ini bukan soal asal daerah, tapi soal keberanian menghadapi masa lalu. Jika rekam jejak dibiarkan gelap, jabatan setinggi apa pun hanya akan memperpanjang masalah,” ujarnya tegas.

Menurutnya, dalih profesionalisme yang disampaikan pemerintah daerah tak lagi memadai.

“Profesionalisme tanpa kejujuran adalah manipulasi. Hari ini publik merasa dibohongi oleh narasi seolah semuanya baik-baik saja,” tambahnya.

Dampak paling terasa menghantam ASN lokal. Di tengah ratusan pejabat yang tumbuh, mengabdi, dan memahami denyut sosial Madura dari desa ke desa, kursi puncak justru jatuh ke tangan figur yang dipersepsikan asing secara kultural dan problematis secara rekam jejak. Pesan tak tertulis itu menyakitkan: pengalaman lokal tak lagi bernilai, loyalitas daerah bisa dikalahkan oleh keputusan politik sesaat.

Kini Sekda baru telah dilantik. Sumpah jabatan telah diucapkan. Namun satu hal tidak ikut disumpahkan: kepercayaan publik.
Dan di situlah persoalan terbesar bermula.
Pelantikan ini akan dicatat sejarah—bukan sebagai tonggak reformasi birokrasi, melainkan sebagai momen ketika Sumenep dipaksa menerima kenyataan pahit: kekuasaan bisa terus berjalan, meski legitimasi sosialnya runtuh perlahan.

Berita Terkait

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura
Isu Panas Madura! PR Cipta Rasa Abadi Sumenep Diduga Bermasalah dalam Distribusi Pita Cukai, Negara Dirugikan
Peredaran Rokok Ilegal JB di Malang Disorot, Umi Choiriyah Masuk dalam Dugaan Rantai Distribusi Masif
Desa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terbaru