Perkuat UMKM, Pemkab Bangkalan Berbagi Pengalaman Lewat FGD Bersama Kota Pekalongan

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan – PEMERINTAH Kabupaten Bangkalan menerima kunjungan Wakil Wali Kota Pekalongan, Balqis Diab, di lingkungan Pemkab Bangkalan, Jumat (13/2/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antar daerah, khususnya dalam pengembangan UMKM dan industri batik sebagai sektor unggulan daerah.

Rombongan Pemerintah Kota Pekalongan disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan, Ismet Efendi. Pertemuan dikemas dalam format Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan sejumlah OPD terkait serta para stakeholder batik di Bangkalan.

Dalam dialog yang hangat dan konstruktif, kedua belah pihak saling berbagi pengalaman, strategi, dan inovasi kebijakan dalam mendorong pertumbuhan UMKM, khususnya sektor batik yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Balqis Diab, menyampaikan apresiasi terhadap langkah-langkah strategis Pemkab Bangkalan dalam memperkuat ekosistem UMKM. Menurutnya, program bantuan modal dan pinjaman usaha berbunga 0 persen merupakan terobosan yang sangat membantu pelaku usaha kecil untuk tumbuh dan berkembang.

“Kami melihat keseriusan Pemkab Bangkalan dalam mendukung kemajuan UMKM. Program bantuan modal dan pinjaman usaha dengan bunga 0 persen adalah kebijakan yang sangat pro-rakyat dan memberikan ruang gerak luas bagi pelaku usaha untuk naik kelas. Ini bukan hanya soal akses permodalan, tetapi juga keberpihakan nyata pada ekonomi kerakyatan,” ujar Balqis.

Balqis juga menilai Bangkalan memiliki potensi besar di sektor batik dan kerajinan lokal yang dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas daerah. Sinergi ini penting untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat daya saing produk UMKM di tingkat nasional.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bangkalan, Ismet Efendi, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan Pemerintah Kota Pekalongan untuk berbagi pengalaman. Ia menegaskan Pemkab Bangkalan terus menghadirkan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM.

“Kunjungan ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami. Pemkab Bangkalan berkomitmen memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi daerah. Dukungan permodalan, pendampingan, hingga akses pasar menjadi fokus agar pelaku usaha dapat berkembang secara berkelanjutan,” ungkap Ismet.

Melalui FGD ini, diharapkan terjalin kerja sama lebih erat antara Pemkab Bangkalan dan Pemkot Pekalongan, khususnya dalam pengembangan industri batik dan UMKM. Kolaborasi antar daerah diyakini menjadi kunci menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Bangkalan dalam membuka ruang kolaborasi, berbagi praktik baik, dan menghadirkan kebijakan inovatif demi kemajuan ekonomi masyarakat.

Berita Terkait

Skandal Dugaan Hilangnya 106 Sak Beras Bantuan Bulog di Pamolokan Sumenep, Warga Tuntut Kejelasan, Peran Sekdes Ikut Disorot dan Jadi Buah Bibir
Sekda Baru Sumenep Bukan Putra Daerah vs Sekda Lama Ir Edy: Perbedaan Karakter Disebut Seperti Langit dan Bumi
Sekda Sumenep Sekarang Disebut Bukan Orang Bupati, Birokrasi Mulai Gelisah
Kursi Sekda Dikuasai Figur Bermasalah dan Bukan Putra Daerah, Birokrasi Sumenep Terancam Jalan Sendiri sendiri
Birokrasi Diguncang: Kursi Sekda Diisi Orang Luar Jadi Simbol Kekalahan Sumenep atas Dirinya Sendiri
Kasus Kalibata Jadi Alarm Reformasi Polri, Mekeng Sambut Tim Khusus Bentukan Presiden Prabowo
Patroli Ramadhan di Sumenep Layaknya Operasi Sinetron: Warung Mami dan Jaringan Miras Tetap Bebas, Oknum yang Jaga Tempat Maksiat Diduga Ikut Operasi
KenDuren Wonosalam 2026 Resmi Ditiadakan, Pemkab Jombang

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:38 WIB

Skandal Dugaan Hilangnya 106 Sak Beras Bantuan Bulog di Pamolokan Sumenep, Warga Tuntut Kejelasan, Peran Sekdes Ikut Disorot dan Jadi Buah Bibir

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:38 WIB

Sekda Baru Sumenep Bukan Putra Daerah vs Sekda Lama Ir Edy: Perbedaan Karakter Disebut Seperti Langit dan Bumi

Senin, 2 Maret 2026 - 23:28 WIB

Sekda Sumenep Sekarang Disebut Bukan Orang Bupati, Birokrasi Mulai Gelisah

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:43 WIB

Kursi Sekda Dikuasai Figur Bermasalah dan Bukan Putra Daerah, Birokrasi Sumenep Terancam Jalan Sendiri sendiri

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:55 WIB

Birokrasi Diguncang: Kursi Sekda Diisi Orang Luar Jadi Simbol Kekalahan Sumenep atas Dirinya Sendiri

Berita Terbaru