Setelah Operasi Ludruk dari Aparat, Tempat Maksiat dan Warung Mami yang Diduga Sarang Miras Kembali Leluasa Beroperasi di Sumenep

Senin, 23 Februari 2026 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Gelombang kekhawatiran publik Sumenep kembali memuncak. Setelah operasi gabungan aparat terhadap tempat dugem MR Ball dan lokasi hiburan lainnya, sejumlah tempat hiburan malam diduga buka kembali secara diam-diam, memicu pertanyaan serius tentang efektivitas penegakan hukum di wilayah ini.

Warga melaporkan, beberapa lokasi seperti MR Ball, Lotus, dan Warung Mami kembali aktif meski beberapa hari sebelumnya sempat ditutup saat operasi.

“Sekarang buka lagi, barusan saya lewat. MR Ball dan tempat maksiat lain juga buka, seperti di Lotus,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Aktivis Sumenep, Ainul Yakin, menegaskan, ini adalah bukti kebobrokan sistem pengawasan. Menurutnya, jika aparat melakukan operasi hanya simbolik tanpa investigasi mendalam, praktik maksiat dan peredaran miras akan terus berulang.

“Kapolres Sumenep dan Dandim harus menelusuri siapa yang menjaga Kafe Potre, Lotus, dan pemilik Warung Mami. Jangan sampai operasi hanya dipermainkan anak buah di lapangan,” tegasnya.

Saksi mata menuturkan bahwa di Warung Mami, yang berlokasi di Jalan Lingkar Timur, sebagian persediaan minuman diduga dipindahkan menggunakan mobil hitam sebelum operasi. Saat aparat datang, yang tertangkap hanyalah air mineral dan minuman ringan. Dugaan kuat, aktivitas ini adalah ‘boyongan’ seluruh persediaan miras agar tak tersentuh hukum.

“Kafe dan warung yang seharusnya diawasi, justru kembali buka. Kalau Kapolres dan Dandim bersikap tegas seperti sidak Kapolres Hendri beberapa tahun lalu, pasti akan terlihat bahwa tempat itu bukan sekadar kulineran,” tambah Ainul.

Lebih mengejutkan, beberapa lokasi dugem bahkan berada dekat dengan pondok pesantren, menimbulkan pertanyaan serius tentang moral dan pengaruh negatif terhadap generasi muda. “Kalau hukum terus tumpul ke atas dan tajam ke bawah, Sumenep bisa menjadi panggung maksiat terang-terangan,” tegas Ainul.

Warga menuntut langkah tegas aparat, termasuk penyelidikan internal, pengawasan ketat, dan pengungkapan identitas pemilik serta jaringan peredaran miras. “Generasi muda Sumenep tak boleh menjadi korban kelalaian aparat,” pungkasnya.

Sementara itu, publik menunggu jawaban nyata dari Kapolres Sumenep dan Dandim 0827/Sumenep, agar penegakan hukum tidak hanya jadi simbol, tapi benar-benar menghentikan aktivitas maksiat dan peredaran miras di kota ini.

Berita Terkait

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura
Isu Panas Madura! PR Cipta Rasa Abadi Sumenep Diduga Bermasalah dalam Distribusi Pita Cukai, Negara Dirugikan
Peredaran Rokok Ilegal JB di Malang Disorot, Umi Choiriyah Masuk dalam Dugaan Rantai Distribusi Masif
Desa Pamolokan Sumenep Kacau Balau Tak Kunjung Reda: Dugaan Skandal Terpadu BUMDes, Pasar Desa, Bansos, RTLH, dan Proyek 2025 Seret Sorotan Publik dan Inspektorat

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terbaru