Walau Berdamai, Armada Mafia BBM yang Ditangkap di SPBU Batuan oleh Polres Sumenep Tetap Diparkir, Sementara Milik Jaringan Badar Diduga Dilepas karena Setoran Besar

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Penggerebekan besar-besaran mafia BBM di SPBU Batuan yang berlangsung Kamis malam (19/2/2026) seolah menjadi babak dramatis baru dalam kisah panjang dugaan praktik ilegal di Kabupaten Sumenep. Walaupun laporan dicabut dan kesepakatan damai digaungkan oleh pelapor, fakta di lapangan berbicara lain: armada dan barang bukti tetap berada di parkiran Polres Sumenep hingga Jumat (20/2/2026), memunculkan tudingan kuat adanya permainan dan perlindungan sistematis terhadap jaringan BBM Badar yang diduga bekerja sama dengan Polres.

Terbukti, BB dan armada milik jaringan yang sebelumnya ditangkap di Polsek Pasongsongan dan dilimpahkan ke Polres Sumenep justru dilepas, diduga sengaja agar tetap bebas beroperasi. Sementara, diluar itu disikat.

“Inilah bukti permainan dan kebobrokan Polres Sumenep,” tegas seorang warga yang menolak namanya disebutkan, menyoroti dugaan adanya setoran besar dan perlindungan bagi oknum tertentu.

Penggerebekan Kamis, 19/2/2026, malam, awalnya dipicu oleh laporan warga yang gerah dengan praktik mafia BBM yang telah lama beredar dalam bisik-bisik dan rumor di Sumenep. Bersama Kanit dan anggota Polsek Kota Sumenep, warga bergerak ke lokasi dan segera berkoordinasi dengan Kanit Pidsus Polres setelah dugaan praktik ilegal ditemukan. Armada, peralatan, dan barang bukti dalam jumlah besar langsung digeser ke Polres Sumenep, memberi harapan awal bahwa hukum mulai bergerak.

Namun, harapan itu kini dipertanyakan. Meski penggerebekan disebut berhasil, armada tetap berada di parkiran Polres dan barang bukti jaringan Badar dilepas. Publik menilai ini sebagai bukti mafia BBM di Sumenep beroperasi secara terstruktur dan sistematis, dengan lapisan perlindungan yang diduga sampai ke oknum berpengaruh.

“Jaringan Badar aman, sementara pelaku lapangan dijadikan tumbal. Polres seolah menutup mata terhadap aktor utama,” kata seorang warga lain, mengungkapkan kemarahan masyarakat atas pola penegakan hukum yang tebang pilih.

Kasus ini menampar wajah penegakan hukum. Selama bertahun-tahun, mafia BBM di Sumenep terkesan dibiarkan di era Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yang dikenal gencar membenahi institusi.

Lebih jauh, beredar kabar bahwa penangkapan malam itu diduga dibekingi oleh dua sosok berpengaruh. Publik mencurigai, yang ditangkap hanyalah permukaan dari gunung es yang jauh lebih besar. Narasi lama kembali hidup: pelaku lapangan dijadikan tumbal, sementara mafia kelas kakap tetap bersembunyi di balik tirai kekuasaan.

Hingga berita ini terbit, SPBU Batuan dan Polres Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait status pengungkapan, menimbulkan pertanyaan: apakah hukum benar-benar akan berjalan ke atas, atau kembali berhenti di level bawah demi kepentingan tertentu?

Berita Terkait

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian
Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II
Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya
Dugaan Bangunan H. Halik Makan Jalan Desa Payudan Daleman Bikin Warga Geram, Bupati Sumenep Didesak Turun Tangan, Forkopimcam Tak Bertaji
Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan
Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang
31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan
Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan

Rabu, 23 September 2026 - 22:54 WIB

Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang

Berita Terbaru