Warung Mami Dioperasi Setelah Barang Dibawa Mobil Hitam, Aparat Sumenep Kecolongan Lagi! Hanya Dapati Air Mineral dan Coca-Cola

Senin, 23 Februari 2026 - 02:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Publik Sumenep kembali dibuat gelisah dan bertanya-tanya. Warung Mami di Talangan, yang selama bertahun-tahun dicurigai sebagai gudang miras aktif, terlihat memindahkan sebagian barang dagangannya menggunakan mobil hitam, Jumat malam (20/2/2026). Namun, ketika aparat datang melakukan operasi, yang didapat hanyalah beberapa air mineral, dan Coca-Cola.

“Ya kalau dioperasi setelah barang-barangnya diangkut, mana mungkin aparat mendapati apa-apa. Ini jelas kecolongan.” kata Aktivis Sumenep, Ainul Yakin.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah Warung Mami benar-benar ditutup, atau hanya ‘mentransfer’ seluruh persediaan secara diam-diam untuk menghindari sorotan publik dan aparat?

Saksi mata menyebut, bahwa sebelum dilakukan operasi, barang barang yanh diduga miras diangkut mobil hitam.

“Semalam minumannya sudah diangkut mobil hitam, Mas. Dugaan kuat bahwa aktivitas ini adalah boyongan seluruh persediaan miras, seakan ingin menghilangkan jejak sebelum tindakan hukum dijalankan,” jelas seorang mahsiswa yang melihat kejadian.

Warung Mami berlokasi di Jalan Lingkar Timur, jalur publik ramai, bersebelahan dengan warung durian, namun aktivitas malamnya tetap ramai selama bertahun tahhn, seolah tak tersentuh aparat.

“Tempat itu tidak bukan tempat kulineran namun disiasati banmer makanan. Coba Kapolres dan Dandim lamgsung sidak ke sekitar lokasi dan menyamar jadi warga biasa, kemudian tanha tanya apakah tempat iti selama bertahun tahun menjual makanan. Pasti jawabnya tidak,” ujar N, warga Pabian.

Dugaan keterlibatan oknum aparat dan keluarganya dalam melindungi Warung Mami semakin kuat.

Pasca viral di media sosial, beberapa lokasi dugem dan sarang miras lain di Sumenep, termasuk JBL, MR Ball, Potree, dan Lotus, terlihat tutup sementara. Namun warga tetap skeptis. Penutupan itu dinilai bukan karena kesadaran hukum, melainkan reaksi sementara terhadap sorotan publik.

“Karena sudah viral. Kalau sudah tidak viral pasti buka lagj,” tegasnya.

Aktivis Ainul Yakin menekankan, penutupan sementara bukan jaminan keamanan bagi generasi muda.

“Generasi Sumenep sedang dirusak secara sistematis. Jika aparat tidak tegas, aktivitas ini pasti akan muncul lagi,” tegasnya.

Lebih mengkhawatirkan, dugaan peredaran miras juga muncul di kawasan Pandian, tepat di depan pondok pesantren milik mantan Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah.

Hal ini menimbulkan kegelisahan publik: bagaimana aktivitas yang merusak moral bisa tumbuh di sekitar simbol pendidikan agama?

“Kami menuntut tindakan tegas dari Kapolres Sumenep dan Letkol Arm Bendi Wibisono, S.E., M.Han, Dandim 0827/Sumenep, agar dilakukan penyelidikan internal dan intelijen. Identitas pemilik Warung Mami dan jaringan peredaran miras di seluruh titik, dari Talangan, JBL, MR Ball, Potree, hingga Lotus, harus dibongkar secara terbuka.
Jika hukum terus tumpul ke atas dan tajam ke bawah, Sumenep berisiko menjadi panggung maksiat terang-terangan,” tutupnya.

Berita Terkait

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian
Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II
Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya
Dugaan Bangunan H. Halik Makan Jalan Desa Payudan Daleman Bikin Warga Geram, Bupati Sumenep Didesak Turun Tangan, Forkopimcam Tak Bertaji
Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan
Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang
31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan
Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Persekongkolan Mencuat dalam Polemik Bangunan Milik Anggota BPD yang Diduga Makan Badan Jalan di Sumenep, Aktivis Desak Bupati Turun Tangan serta BPN dan PU Bina Marga Beri Kepastian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Kasus Sejak 2017, Praperadilan Devi Taurisa Tertunda Gara-Gara Pemanggilan Termohon II

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tak Gubris Teguran dan Kebal Hukum, Anggota BPD Sumenep Disorot: Seolah Camat, Bupati hingga Pemerintah Pusat Tak Berdaya

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rumah Anggota BPD H. Halik Diduga Berdiri di Badan Jalan Desa Payudan Daleman, Teguran Kades hingga Polisi Seakan Tak Mempan

Rabu, 23 September 2026 - 22:54 WIB

Satreskrim Polres Sampang Ungkap Tragedi Berdarah, Menantu Tiri Serang Mertua dengan Parang

Berita Terbaru