Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan– Kecelakaan maut di ruas Tol Pemalang–Batang KM 332 beberapa waktu lalu tidak hanya menyisakan tragedi kemanusiaan, tetapi juga membuka kembali dugaan adanya jaringan besar peredaran rokok ilegal yang disebut-sebut beroperasi lintas daerah, khususnya dari Madura menuju sejumlah kota di Jawa.

Mobil Honda BR-V bernomor polisi F 1850 MO yang terlibat kecelakaan diketahui melaju melawan arah sejauh belasan kilometer sebelum menghantam bus rombongan suporter Persebaya, Bonek. Insiden tersebut menewaskan satu orang di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, aparat menemukan ratusan bungkus rokok tanpa pita cukai dengan merek “Dalil” di dalam kendaraan tersebut. Temuan ini memunculkan dugaan bahwa kendaraan itu tidak sekadar terlibat kecelakaan lalu lintas, melainkan juga berkaitan dengan aktivitas distribusi barang ilegal.

Rokok merek “Dalil” disebut-sebut berasal dari wilayah Pamekasan, Madura, dan diduga menjadi bagian dari rantai distribusi yang lebih luas. Dalam sejumlah informasi yang beredar di lapangan, produk tersebut dikaitkan dengan seorang pengusaha H Fahmi Pamekasan yang disebut memiliki jaringan produksi masif.

“Ada juga pengusaha asal Dasuk yang kini memiliki beberapa usaha Restoran dan supermarket di Sumenep. Mereka sekarang kaya raya dan dikait kaitkak dengan rokok ikegal Dalill,” tegas salah satu informan.

Di sisi lain, publik menyoroti kinerja aparat penegak hukum dan Bea Cukai Madura  yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas terhadap dugaan jaringan besar rokok ilegal di wilayah tersebut.

Aktivis Madura, Herman Wijaya menilai penindakan selama ini masih belum menyentuh aktor utama di balik distribusi rokok ilegal yang diduga sudah berlangsung lama dan memiliki pola distribusi yang rapi.

“Ada apa dengan Aparat Penegak Hukum dan Bea Cukai Madura? Kalau serius, jangan hanya menindak di lapangan kecil, tapi harus berani membongkar aktor besarnya,” ujar aktivis Madura, Herman Wijaya.

Ia juga menegaskan bahwa lemahnya penindakan terhadap dugaan jaringan besar tersebut dapat merugikan negara dalam jumlah besar dari sektor cukai.

“Kalau bandar besarnya dibiarkan, ini sama saja pembiaran yang merugikan negara,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea Cukai Madura maupun pihak yang disebut dalam dugaan keterkaitan distribusi rokok ilegal belum memberikan tanggapan resmi terkait hal tersebut.

 

Berita Terkait

31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan
Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab
Prahara Desa Pamolokan Sumenep, Diduga Ada “Segitiga Bermuda” di Balik Polemik Audit dan Pengawasan
Sekdes Pamolokan Diduga Berkonspirasi dengan Oknum Camat Kota, Temuan Ratusan Juta Rupiah Kian Memantik Cibiran Publik
Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Rokok Ilegal ST16MA H Sehri Pamekasan Bebas Menggurita, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Bea Cukai Madura

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:39 WIB

31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:16 WIB

Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:08 WIB

Sekdes Pamolokan Diduga Berkonspirasi dengan Oknum Camat Kota, Temuan Ratusan Juta Rupiah Kian Memantik Cibiran Publik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Berita Terbaru