Kemarahan Warga Pamolokan Sumenep Memuncak, Dugaan Raib Ratusan Beras dan Dugaan Fiktif Bantuan RTLH Disorot

Selasa, 28 April 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto penerimaan insentif RT RW tahun 2025 yang diberikan pada Februari 2026

Foto penerimaan insentif RT RW tahun 2025 yang diberikan pada Februari 2026

SUMENEP – Gelombang kemarahan warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, kian tak terbendung menyusul mencuatnya dugaan hilangnya ratusan sak beras bantuan pangan yang hingga kini belum menemukan titik terang. Situasi tersebut semakin memanas lantaran sebelumnya juga telah terendus dugaan fiktifnya bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Dana Desa tahun 2024–2025 yang disebut-sebut tidak terealisasi sebagaimana mestinya.

Persoalan tersebut kini menjadi buah bibir masyarakat, terlebih muncul dugaan bahwa sejumlah dana bantuan masih berada dalam penguasaan oknum perangkat desa. Namun hingga saat ini, tidak ada kejelasan maupun tindak lanjut dari pihak kecamatan, pengawas kabupaten, maupun pihak terkait lainnya, sehingga memunculkan kesan bahwa berbagai kasus tersebut “hilang di atas kertas”.

Baca Juga : Balai Desa Pamolokan Sumenep Lumpuh Total, Skandal Beras Hilang Picu Amarah Warga

Seorang Ketua RT berinisial BR mengungkapkan bahwa masyarakat kini berada dalam tekanan ekonomi yang semakin berat, terlebih dengan dugaan tidak sampainya bantuan kebutuhan pokok.

“Warga kami menghadapi situasi ekonomi yang serba tidak pasti. Harga kebutuhan pokok naik, sementara beras dan minyak goreng bantuan pemerintah justru hilang. Ini sangat memukul,” ujarnya, Selasa, 28 Aprik 2026.

Sementara itu, salah satu Ketua RW juga menyampaikan kecurigaan terkait sejumlah kebijakan desa, termasuk dugaan penahanan insentif RT/RW tahun 2025 yang baru dicairkan setelah adanya protes pada Februari 2026.

Ia juga menyoroti dugaan kuat bahwa selama masa penjabat (PJ), Sekretaris Desa disebut mengendalikan roda pemerintahan secara sepihak.

“Banyak kebijakan yang tidak transparan. Bahkan kami menilai ada hak masyarakat miskin yang seharusnya disalurkan, justru tidak sampai,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dugaan praktik pungutan liar (pungli) di layanan administrasi desa juga turut menjadi sorotan tajam warga Pamolokan, menambah daftar panjang persoalan yang memicu keresahan publik.

Sebelumnya, Balai Desa Pamolokan dilaporkan sempat lumpuh total di tengah memuncaknya polemik dugaan hilangnya ratusan sak beras bantuan pangan. Tidak terlihat satu pun perangkat desa yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga memicu kemarahan warga yang datang mencari kejelasan.

Pantauan di lokasi kala itu menunjukkan kantor desa dalam kondisi sepi dan nyaris tak berpenghuni. Aktivitas pelayanan publik terhenti tanpa penjelasan, sementara pintu kantor tetap terbuka namun tanpa kehadiran aparat desa.

Seorang warga berinisial S mengaku kecewa berat karena tidak mendapatkan jawaban apa pun saat mendatangi kantor desa.

“Saya datang mau tanya bantuan, tapi tidak ada orang sama sekali. Kalau memang ada masalah, harusnya dijelaskan ke masyarakat,” keluhnya.

Warga lain berinisial D bahkan menilai kondisi tersebut sebagai indikasi serius adanya persoalan dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Ini bukan sekadar soal beras hilang, tapi sudah menyangkut tanggung jawab pelayanan publik,” tegasnya.

Di sisi lain, dugaan hilangnya ratusan sak beras bantuan semakin menguat di tengah masyarakat. Sejumlah informasi menyebut adanya aktivitas distribusi tidak wajar, termasuk dugaan pengangkutan beras dalam jumlah tertentu ke rumah oknum desa tanpa prosedur resmi.

Bahkan, muncul pula dugaan bahwa sebagian bantuan beras diperjualbelikan di tingkat warung, meski informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Sorotan publik semakin tajam setelah ditemukan selisih 106 sak beras dari total 635 sak yang tercatat masuk ke desa. Hingga kini, keberadaan selisih tersebut masih menjadi tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Sejumlah pihak mendesak agar dilakukan audit investigatif secara menyeluruh dan terbuka untuk mengungkap fakta sebenarnya, termasuk dugaan ketidaksesuaian data dalam sistem administrasi desa dengan kondisi di lapangan.

Lebih jauh, dugaan penyimpangan bantuan disebut tidak hanya terjadi pada satu periode, melainkan telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pada program bantuan sosial lain seperti BLT yang dinilai belum tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Pamolokan maupun oknum Sekdes belum dapat dikonfirmasi karena media ini belum memiliki aksss komunikasi. Beberapa hari lalu, saat media ini ke Balai desa, Kantor Balai desa lumpuh tak ada orang sama sekali sehingga media ini kesulitan melakukan konfirmasi.

Di tengah situasi yang semakin memanas, masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan klarifikasi, audit, dan penelusuran menyeluruh agar seluruh dugaan yang berkembang dapat terungkap secara terang dan transparan, serta hak masyarakat tidak hilang tanpa kejelasan.

Penulis : Ilham

Berita Terkait

31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan
Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab
Prahara Desa Pamolokan Sumenep, Diduga Ada “Segitiga Bermuda” di Balik Polemik Audit dan Pengawasan
Sekdes Pamolokan Diduga Berkonspirasi dengan Oknum Camat Kota, Temuan Ratusan Juta Rupiah Kian Memantik Cibiran Publik
Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep
Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta
Jepara–Semarang Diguncang! Pabrik Pita Cukai Palsu Digerebek, Negara Nyaris Rugi Rp570 Miliar
Tragedi Maut Tol Pekalongan Ungkap Dugaan Jaringan Rokok Ilegal “Dalil”  yang Masif dari Pamekasan, Nama Haji Fahmi Diduga Kebal Hukum 

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:39 WIB

31 TKP Dibongkar, 27 Kasus Dituntaskan! Iptu Nur Fajri Alim Antar Satreskrim Polres Sampang Raih Prestasi Membanggakan

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:16 WIB

Bukan Penjara, Tapi Pemulihan: Polres Pamekasan Selamatkan Anak Pecandu Sabu Lewat Jalur Rehab

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:08 WIB

Sekdes Pamolokan Diduga Berkonspirasi dengan Oknum Camat Kota, Temuan Ratusan Juta Rupiah Kian Memantik Cibiran Publik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Rokok Ilegal Semakin Tak Terkendali: Merah Delima Produksi Pamekasan Makin Masif Beredar Bebas di Sumenep

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:42 WIB

Dugaan Kebobrokan Oknum Sekdes Pamolokan Sumenep Terbongkar di Forum Resmi, Mulai dari Pengelolaan PADes, Dana Pasar Desa hingga Sewa Pecaton Puluhan Juta

Berita Terbaru