Nama Haji Munawir Diseret ke Isu Rokok Ilegal, Beranikah KPK Bongkar Sampai Akar?

Selasa, 28 April 2026 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang – Aroma tak sedap dari dugaan praktik rokok ilegal di Jawa Timur kian menyengat. Setelah sebelumnya aparat menindak sejumlah pelaku lapangan, kini sorotan publik mulai mengarah ke level yang lebih tinggi—termasuk nama pengusaha yang disebut-sebut masuk dalam radar penelusuran.

Nama Haji Munawir, yang dikenal sebagai bos PT Gunung Cengkeh di Malang, ikut terseret dalam pusaran isu ini. Meski belum ada pernyataan resmi terkait status hukumnya, sejumlah sumber menyebut bahwa namanya mulai dikaitkan dalam proses pendalaman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Informasi yang beredar menyebut dugaan ini berkaitan dengan rantai distribusi rokok yang diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan cukai. Jika benar, praktik semacam ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan berpotensi merugikan negara dalam skala besar.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyebut, pemetaan terhadap sejumlah pihak terus dilakukan.

“Beberapa nama sudah mulai masuk dalam proses penelusuran, termasuk Haji Munawir,” ujarnya.

Isu ini pun memantik reaksi keras dari kalangan aktivis.

Mereka menilai, jika dugaan ini benar adanya, maka persoalan rokok ilegal bukan lagi kasus kecil, melainkan sudah mengarah pada jaringan yang lebih terstruktur.

Aktivis Malang, Mahmud, secara tegas mendesak agar aparat tidak setengah hati.

“Kalau memang serius, jangan hanya berhenti di bawah. KPK harus berani memanggil dan memeriksa semua pihak yang disebut, termasuk Haji Munawir. Jangan sampai publik menilai ada yang dilindungi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi agar tidak memicu spekulasi liar di masyarakat.

Sementara itu, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan bahwa proses pendalaman masih berlangsung dan belum ada kesimpulan final.

“Masih dalam tahap kajian untuk memastikan kesesuaian antara aturan dan praktik di lapangan,” ujar juru bicara.

Situasi ini menempatkan KPK di bawah sorotan tajam publik. Pertanyaannya kini sederhana namun krusial: apakah penelusuran ini akan dibuka secara terang benderang, atau justru berhenti di tengah jalan?

Kasus ini masih berkembang. Namun satu hal yang pasti—kepercayaan publik sedang dipertaruhkan.

Berita Terkait

Ironi Tata Kelola Desa Pamolokan, Dugaan Bantuan Sapi, RTLH Fiktif hingga Insentif RT/RW Terus Jadi Pemicu Kegelisahan Warga
Akkor Membara! Rokok Bodong Pamekasan “King Marmut” Diduga Diproduksi Bebas, Hukum Seolah Tak Bertaring
BC Sudah Didemo, Tapi Tetap Jalan? Pabrik Rokok di Pakisaji Malang Disebut Kebal, Nama Krishna Jadi Sorotan
Malang Diguncang Isu Cukai: PR Demang Jaya, Cakra Mas Jaya Diseret, Munawir, Sulaiman Masuk Radar
Kemarahan Warga Pamolokan Sumenep Memuncak, Dugaan Raib Ratusan Beras dan Dugaan Fiktif Bantuan RTLH Disorot
Balai Desa Pamolokan Sumenep Lumpuh Total, Skandal Beras Hilang Picu Amarah Warga
Skandal Bantuan Beras di Pamolokan Meledak! 106 Sak Diduga Hilang, Muncul Dugaan Akan Ada Rekayasa Data demi Laporan 100 Persen
Skandal Memalukan! 106 Sak Beras 10 Kg Hak Rakyat Diduga Lenyap di Pamolokan, Bupati Sumenep Diminta Copot Sekdes Tanpa Toleransi

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:31 WIB

Ironi Tata Kelola Desa Pamolokan, Dugaan Bantuan Sapi, RTLH Fiktif hingga Insentif RT/RW Terus Jadi Pemicu Kegelisahan Warga

Rabu, 29 April 2026 - 17:03 WIB

Akkor Membara! Rokok Bodong Pamekasan “King Marmut” Diduga Diproduksi Bebas, Hukum Seolah Tak Bertaring

Rabu, 29 April 2026 - 08:24 WIB

BC Sudah Didemo, Tapi Tetap Jalan? Pabrik Rokok di Pakisaji Malang Disebut Kebal, Nama Krishna Jadi Sorotan

Rabu, 29 April 2026 - 08:02 WIB

Malang Diguncang Isu Cukai: PR Demang Jaya, Cakra Mas Jaya Diseret, Munawir, Sulaiman Masuk Radar

Selasa, 28 April 2026 - 23:24 WIB

Nama Haji Munawir Diseret ke Isu Rokok Ilegal, Beranikah KPK Bongkar Sampai Akar?

Berita Terbaru